HARIAN NEGERI, Jakarta — Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Ade Lukman, menyatakan keinginan agar federasi-federasi cabang di bawah naungan Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (KN Pordasi) segera bergabung dengan federasi internasional masing-masing.
Pernyataan tersebut disampaikan Ade Lukman dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KN Pordasi yang digelar di Jakarta, Rabu.
Ade berharap tiga federasi nasional Pordasi lainnya dapat mengikuti langkah Federasi Nasional (FN) Pordasi Berkuda Memanah (PBM) yang telah resmi menjadi anggota Asian Horseback Archery Federation (AHAF).
“Kepada induk cabang olahraganya, yakni FN Pordasi Berkuda Memanah (PBM), saya juga menyampaikan selamat atas diterimanya sebagai anggota Asian Horseback Archery Federation (AHAF),” kata Ade.
KN Pordasi saat ini menaungi empat federasi cabang, yaitu FN Pordasi Berkuda Memanah, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Pacu, dan FN Pordasi Polo.
Ade menegaskan, federasi nasional Pordasi lainnya perlu aktif mendaftarkan diri ke federasi internasional terkait, yakni FN Pordasi Equestrian ke Fédération Equestre Internationale (FEI), FN Pordasi Pacu ke International Federation of Horseracing Authorities (IFHA), serta FN Pordasi Polo ke Federation of International Polo (FIP).
“Federasi nasional Pordasi yang lain harus aktif mendaftarkan diri ke federasi internasional masing-masing,” ujar Ade.
Selain itu, Ade Lukman menekankan bahwa rakernas kali ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergisitas organisasi sekaligus menyiapkan program-program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.
“Mengacu pada arahan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bapak Erick Thohir, terkait organisasi Pordasi, dibutuhkan upaya konsolidasi yang diawali dengan komunikasi yang baik serta niat untuk mewadahi dan merangkul seluruh pihak demi satu tujuan, yakni sinergisitas untuk mewujudkan prestasi olahraga Indonesia,” tutur Ade.
Dalam rakernas tersebut juga dibahas wacana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Berkuda. Program ini dinilai dapat menjadi wadah bagi atlet nasional untuk mengembangkan potensi sebelum tampil pada kompetisi tingkat internasional.
Baca Juga: Politik dan Keamanan

Komentar