HARIAN NEGERI, Jakarta - Kontingen Indonesia siap menonjolkan kekayaan budaya Nusantara pada upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 yang akan digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, Selasa (20/1).

Anggota Tim Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025, Dedy Irwan Virantama, mengatakan Indonesia akan menghadirkan penampilan istimewa pada momen pembukaan ajang olahraga atlet disabilitas terbesar di Asia Tenggara tersebut.

“Pada upacara pembukaan nanti, kami akan menampilkan sesuatu yang istimewa. Indonesia ingin menunjukkan kepada negara-negara peserta bahwa kita kaya akan budaya, sekaligus melambangkan filosofi kebudayaan dan persatuan,” ujar Dedy dalam keterangan NPC Indonesia yang dikutip di Jakarta, Senin.

Kontingen Indonesia menunjuk atlet para angkat berat M. Mabruk Arib Dzaky sebagai pembawa bendera Merah Putih pada upacara pembukaan. Atlet asal Kalimantan Barat itu akan dikawal oleh dua atlet para tenis meja asal Jawa Tengah, Agustiningsih dan Sri Wahyuni, yang masing-masing mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali.

Selain itu, atlet para atletik asal Bali I Kadek Dwi Purwana Yasa serta atlet para panahan asal Kalimantan Selatan Riyanti Ananda juga akan turut tampil dengan mengenakan busana adat dari Provinsi Sumatera Utara.

Dedy menjelaskan, penunjukan Arib Dzaky sebagai pembawa bendera yang merupakan atlet muda dan berprestasi menjadi simbol semangat dan kejayaan para atlet Indonesia di ajang internasional.

Ia menambahkan, keseriusan kontingen Indonesia dalam mempersiapkan upacara pembukaan sekaligus mencerminkan kesiapan atlet Merah Putih untuk memburu prestasi pada ASEAN Para Games 2025.

Kontingen Indonesia menargetkan perolehan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu pada ajang yang berlangsung pada 20–26 Januari tersebut.

“Jika ditanya soal kesiapan atlet, hal itu tidak perlu diragukan. Mereka telah beradaptasi dengan lingkungan dan arena pertandingan, serta siap meraih kemenangan,” kata Dedy.

Sementara itu, Arib Dzaky yang akan mengenakan busana adat NTT mengaku terkesan dengan keindahan busana yang akan dikenakannya saat upacara pembukaan.

“Menurut saya, busananya sangat bagus. Walaupun saya berasal dari Kalimantan Barat, bukan dari NTT, saya tetap merasa bangga dan menyukainya,” ujar peraih medali perak PEPARNAS XVII 2024 dan medali emas World Abilitysport Youth Games 2025 tersebut.

Atlet para tenis meja Sri Wahyuni yang akan mengenakan busana adat Bali juga mengaku lebih percaya diri menyambut pengalaman pertamanya mengikuti upacara pembukaan ASEAN Para Games.