HARIAN NEGERI, Jakarta - Tim voli putra Jakarta LavAni Livin Transmedia menumbangkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-16, 25-19, 22-25, 25-18) pada lanjutan Proliga 2026 yang digelar di GOR Voli Indoor Sport Center Sumut, Deli Serdang, Minggu.
Sejak set pertama, LavAni tampil dominan dan tidak memberikan ruang bagi Bhayangkara Presisi untuk mengembangkan permainan. Hendra Kurniawan, Boy Arnes, dan Malizi tampil agresif dalam melancarkan serangan.
Didukung pengatur serangan Dio Zulfikri serta dua pemain asing Taylor Sander dan Nato Dickinson, LavAni melesat jauh dan menutup set pertama dengan kemenangan telak 25-16.
Pada set kedua, Bhayangkara Presisi mencoba bangkit melalui serangan Rendy Tamamilang, Agil Angga Anggara, dan Arjuna. Namun, pertahanan rapat LavAni kembali membuat upaya tersebut tak membuahkan hasil, sehingga set kedua kembali dimenangi LavAni dengan skor 25-19.
Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran kemudian melakukan perubahan strategi pada set ketiga dengan memperkuat blok serta mengubah skema serangan. Langkah tersebut membuahkan hasil setelah Rendy Tamamilang dan rekan-rekannya unggul 19-16 pada pertengahan set.
LavAni sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 21-23, namun Bhayangkara Presisi tampil lebih konsisten untuk merebut set ketiga dengan skor 25-22.
Memasuki set keempat, LavAni kembali mendominasi jalannya pertandingan. Boy Arnes dan kawan-kawan tampil gemilang hingga unggul 16-11 di pertengahan set, sebelum memastikan kemenangan dengan skor 25-18.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, asisten pelatih LavAni Erwin Rusni mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa timnya.
“Masih banyak yang akan kami evaluasi,” ujar Erwin usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran menilai kekalahan timnya disebabkan oleh banyaknya kesalahan sendiri.
“Banyak kesalahan yang dilakukan anak-anak. Itu nanti akan kami evaluasi untuk laga berikutnya,” kata Toiran.
Pemain Bhayangkara Presisi Rendy Tamamilang mengamini pernyataan sang pelatih.
“Masih banyak yang harus dibenahi, apalagi perjalanan kompetisi masih panjang,” ujar Rendy.

Komentar