HARIAN NEGERI, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menargetkan proses deregulasi terhadap 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) dengan pendekatan omnibus law dapat dituntaskan pada Maret 2026.
“Dari 191 aturan mungkin akan menjadi empat atau lima aturan saja, sehingga ini mudah dibaca oleh seluruh mitra yang bisa kita libatkan untuk pengembangan pemuda dan olahraga ke depan,” ujar Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa.
Kebijakan deregulasi tersebut mulai dijalankan setelah Menpora mencabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi pada akhir September 2025. Sejak itu, Kemenpora melakukan rangkaian rapat deregulasi secara internal lintas kedeputian serta melibatkan tim pakar hukum secara eksternal.
Erick menyebutkan, target utama dari kebijakan ini adalah menyederhanakan 191 Permenpora yang diterbitkan sejak 2009 menjadi kurang dari 10 regulasi yang lebih ringkas dan terintegrasi.
Pada Desember 2025, empat draf awal Permenpora omnibus telah disusun, masing-masing mencakup bidang pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, olahraga prestasi, dan industri olahraga. Keempat draf tersebut direncanakan akan memasuki tahap uji publik pada awal 2026.
Menpora menargetkan seluruh proses deregulasi rampung pada Maret 2026, sehingga regulasi baru tersebut dapat segera diterapkan untuk mendukung percepatan pembangunan bidang kepemudaan dan keolahragaan nasional.
Ia menjelaskan bahwa deregulasi ini bertujuan menghasilkan aturan yang lebih efisien, ringkas, dan mudah diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan. Selain itu, regulasi hasil penyederhanaan diharapkan lebih ramah terhadap industri olahraga dan ekosistem pembinaan, sekaligus memangkas hambatan birokrasi guna mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Komentar