HARIAN NEGERI, Jakarta - Pembina Klub Tenis Meja ONIC Sports Yon Mardiono menyayangkan munculnya kebijakan Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang melarang atlet binaan Indonesia Pingpong League (IPL)mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Saya sebagai pembina ONIC Sports sangat menyayangkan adanya larangan ini. Kebijakan tersebut pasti akan mengganggu konsentrasi dan mental atlet dalam berlatih maupun bertanding untuk meraih prestasi,” kata Yon kepada awak media di Jakarta, Kamis.
PB PTMSI merupakan organisasi yang mendapat mandat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyelenggarakan cabang olahraga tenis meja di PON. Namun, Yon menilai kebijakan yang melarang atlet jebolan IPL mengikuti PON maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berpotensi menghambat proses pembinaan dan prestasi atlet.
“Larangan ini tentu menghambat pembinaan atlet untuk berprestasi di level nasional dan ke depan bisa mewakili Indonesia di panggung internasional. Tugas atlet itu berlatih, bertanding, dan menciptakan prestasi setinggi mungkin,” ujarnya.
Yon menjelaskan, ONIC Sports saat ini membina 16 atlet muda putra dan putri dengan tujuan mencetak talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia. Ia menilai fokus utama pembinaan seharusnya diarahkan pada peningkatan kualitas dan prestasi atlet, bukan pembatasan ruang kompetisi.
“Pekerjaan rumah terbesar kita adalah bagaimana menciptakan program pembinaan prestasi yang bisa mendunia. Itu tugas terberat kita, dan semestinya kita fokus ke sana,” katanya.
Sementara itu, Pelatih Kepala Klub Tenis Meja ONIC Sports Anton Suseno menegaskan bahwa setiap atlet memiliki impian untuk menjadi juara dan meraih prestasi setinggi mungkin. Karena itu, para atlet perlu mendapatkan dukungan penuh untuk menjalankan tugas utamanya, yakni berlatih dan berkompetisi sebanyak mungkin, termasuk di ajang PON.
Legenda tenis meja Indonesia yang telah tiga kali tampil di Olimpiade tersebut menekankan bahwa tujuan utama pembinaan atlet adalah mengantarkan mereka meraih prestasi dan mengharumkan nama bangsa.
“Kami ingin atlet-atlet Indonesia mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa, membuat bendera Merah Putih berkibar dan lagu Indonesia Raya berkumandang di panggung internasional,” ujar Anton.

Komentar