HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menegaskan pentingnya regenerasi atlet setelah berakhirnya SEA Games 2025 Thailand, meskipun cabang atletik menjadi penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia.

Wakil Ketua Umum PB PASI Tigor Tanjung mengatakan, sebagian medali emas yang diraih pada ajang tersebut masih disumbangkan oleh atlet-atlet senior. Karena itu, pembinaan jangka panjang dinilai harus menjadi fokus utama organisasi.

“Kita harus tetap mementingkan regenerasi. Kita juga sadar bahwa beberapa medali emas masih diperoleh oleh atlet yang sudah cukup senior,” kata Tigor di Jakarta, Kamis.

Menurut Tigor, PB PASI tidak hanya berorientasi pada target jangka pendek seperti SEA Games, tetapi juga menyiapkan atlet menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk Olimpiade 2028.

“Regenerasi harus tetap menjadi bagian utama dari evaluasi pembinaan,” ujarnya.

Pada SEA Games 2025, cabang atletik dinilai sukses dari sisi perolehan medali dengan raihan sembilan medali emas, lima perak, dan enam perunggu. Namun, Tigor menilai peningkatan prestasi menuju level Asia dan dunia masih memerlukan kerja keras berkelanjutan.

“Kalau sudut pandangnya kita menyumbang medali emas, kita sukses. Tapi kalau sudut pandangnya kita ingin naik ke level berikutnya, kita harus terus berlatih keras,” kata Tigor.

Ia menambahkan, PB PASI akan memberikan perhatian khusus pada nomor-nomor yang memiliki peluang bersaing di Asian Games, guna meningkatkan daya saing atlet Indonesia di level Asia.

Selain itu, PB PASI telah menyiapkan sejumlah agenda kejuaraan internasional sepanjang tahun ini sebagai bagian dari program pembinaan dan regenerasi atlet. Pada Februari, atlet Indonesia dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Asian Indoor di Tianjin, China, serta Kejuaraan Asian Cross Country di Jepang.

PB PASI juga akan mengirim atlet ke Kejuaraan Asia U-20 di Hong Kong pada Mei, Kejuaraan Asia U-23 di Ordos, China, serta Kejuaraan Asia Jalan Cepat di Jepang. Selain itu, atlet Indonesia juga akan mengikuti berbagai kejuaraan terbuka di kawasan, seperti Singapore Open, Thailand Open, dan Malaysia Open.

“Ini penting untuk memberikan pengalaman bertanding bagi atlet-atlet muda,” ujar Tigor.

PB PASI berharap rangkaian kompetisi tersebut dapat mendukung proses regenerasi serta meningkatkan kualitas atlet nasional menuju ajang internasional yang lebih tinggi.