HARIAN NEGERI, Jakarta - Pelatih tim nasional futsal Iran Vahid Shamsaee memilih tidak berbicara banyak mengenai peluang timnya meraih gelar juara untuk ke-14 kalinya pada Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Indonesia.
Shamsaee menegaskan bahwa Iran datang ke turnamen kali ini dengan komposisi tim baru sebagai bagian dari proses regenerasi. Ia menyebut skuad yang dibawanya berbeda dengan tim saat Iran menjuarai Piala Asia Futsal 2024 di Thailand maupun saat tampil di Piala Dunia Futsal 2024 di Uzbekistan.
“Kami tidak bisa hidup di masa lalu,” kata Shamsaee dalam jumpa pers pra-pertandingan, Selasa.
“Kemenangan terakhir sudah berlalu. Dalam tiga tahun terakhir, terutama setelah Piala Dunia terakhir, kami melakukan banyak perubahan dalam tim,” tambah pelatih berusia 50 tahun tersebut.
Menurut Shamsaee, regenerasi ini dilakukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan level permainan Iran, baik di tingkat Asia maupun dunia. Ia juga menilai Piala Asia Futsal 2026 memiliki arti penting mengingat edisi berikutnya pada 2028akan menjadi turnamen kualifikasi menuju Piala Dunia Futsal 2028.
“Itu bagian dari proses dengan hadirnya pemain-pemain berbeda, tetapi turnamen ini sangat penting,” ujar Shamsaee.
Iran akan mengawali kiprahnya di Grup D dengan menghadapi Malaysia pada laga pembuka yang digelar di Jakarta International Velodrome, Jakarta, Rabu (28/1).
Pelatih Malaysia Addie Azwan mengakui timnya datang dengan persiapan yang sangat terbatas.
“Sejak saya mengambil alih, kami hanya punya delapan hari persiapan,” ujar Addie.
Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak sekadar hadir sebagai pelengkap peserta.
“Kami tidak datang hanya untuk melengkapi peserta. Kami ingin menunjukkan bahwa futsal Malaysia berkembang dan kami bisa bertarung. Meski peringkat kami tidak bagus, kami ingin memberikan tantangan kepada tim-tim lain,” tambahnya.
Sementara itu, laga lain di Grup D mempertemukan Afghanistan dan Arab Saudi. Afghanistan, yang tampil mengejutkan pada debut mereka di edisi 2024 dengan menembus perempat final, bertekad mengawali turnamen dengan kemenangan.
“Ini grup yang berat, semua tim adalah tim kuat. Saya menghormati pelatih Arab Saudi, Andreu Plaza, yang selalu datang dengan strategi baru dan akan menjadi tantangan untuk mengalahkannya,” kata pelatih Afghanistan Majid Mortezaie.
Pelatih Arab Saudi asal Spanyol, Andreu Plaza, menilai Iran dan Afghanistan sebagai tim terkuat di Grup D.
“Saya melihat Iran dan Afghanistan lebih kuat di grup ini. Target saya adalah lolos ke perempat final, dan untuk itu kami harus memenangkan minimal dua pertandingan,” ujar Plaza.

Komentar