HARIAN NEGERI, Jakarta - Ketua Pengprov Pelti Kalimantan Selatan Endang Agustina menegaskan bahwa keberhasilan Lucky harus menjadi contoh dan pemicu semangat bagi seluruh jajaran pengurus Pelti di tingkat kabupaten dan kota.

“Saya ingin seluruh pengurus Pelti di kabupaten dan kota se-Kalsel punya motivasi yang sama. Kami sudah mempunyai contoh sukses pada diri Lucky,” kata Endang saat rapat kerja daerah (Rakerda) Pelti Kalsel di Banjarmasin, Sabtu.

Dalam Rakerda yang dihadiri seluruh pengurus dan perwakilan Pelti kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan tersebut, Endang menekankan pentingnya fokus pada pembibitan atlet usia dini sebagai fondasi pembinaan jangka panjang.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah memperbanyak penyelenggaraan turnamen kelompok umur guna menjaring bibit-bibit petenis potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan.

Endang menyebutkan bahwa atlet tenis asal Kalimantan Selatan kini mulai diperhitungkan di tingkat nasional dan internasional setelah Lucky Candra Kurniawan sukses menyumbangkan medali emas nomor beregu putra untuk Indonesia serta medali perunggu nomor ganda putra berpasangan dengan Ignatius Anthony Susanto pada SEA Games Thailand 2025.

Berdasarkan capaian tersebut, Pelti Kalsel mematangkan strategi pembinaan tenis untuk tahun 2026 dengan target tidak hanya melahirkan atlet berprestasi di level nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Pada kesempatan yang sama, Endang yang juga menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II menyerahkan bantuan berupa raket dan bola tenis kepada pengurus Pelti kabupaten dan kota guna mendukung pembinaan atlet di daerah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memastikan keterbatasan peralatan tidak lagi menjadi kendala dalam pembinaan atlet di level akar rumput.

“Raket dan bola adalah instrumen perang bagi daerah untuk memulai perburuan bakat-bakat baru yang selama ini terpendam,” ujar Endang.