HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Ahok Bagi-Bagi Bantuan Modal Usaha'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.

Hasil Pemeriksaan Fakta

Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Ir. basuki tjahaja purnama MM” pada Senin (26/1/2026). Unggahan disertai narasi berisi: “🔰 **SAYA IR. BASUKI TJAHAJA PURNAM MM*MENYALURKAN TUNJANGAN* *BANTUAN UNTUK* *MODAL USAHA*💥 *** (  IR.BASUKI TAHJAJA PURNAMA MM)*** 🦋 YANG MAU  PROSES CEPAT LANGSUNG KLIK LINK WHATSAPP DI BAWAH INI Hingga Sabtu (14/2/2026) unggahan ini telah mendapatkan 16 tanda suka dan 35 komentar. Tim Pemeriksa Fakta Tim Redaksi Harian Negeri (Tim Redaksi Harian Negeri) memeriksa video yang beredar menggunakan alat pendeteksi konten berbasis kecerdasan buatan, Hive Moderation. Hasil pemeriksaan belum menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa visual dalam video tersebut dibuat dengan AI. Untuk pendalaman, kemudian dilakukan pemeriksaan bagian audio menggunakan alat pendeteksi AI lainnya, yakni Undetectable AI. Hasilnya menunjukkan tingkat keaslian audio hanya sekitar 1%, sehingga mengindikasikan bahwa audio dalam video tersebut dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan. Salah Sumber: https://www.facebook.com/reel/1591534085323193 https://ghostarchive.org/archive/06km1

Kesimpulan

Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli