HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja J&T Express'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.

Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Akun Facebook “New Update 2026” pada mengunggah tautan [arsip] disertai narasi: "Dibuka lowongan pekerjaan j&t expres di semua daerah. wanita ataupun pria lagi menarik 5 sampai 7 juta perbulan.  Buruan daftar sekarang juga silakan klik daftar....👇👇👇 Hingga unggahan tersebut telah mendapatkan 70-an komentar, dan belasan komentar.

Tim Pemeriksa Fakta

Hasil penelusuran mengarah ke unggahan akun Instagram resmi J&T Express Indonesia “jntexpressid”, isinya mengingatkan modus penipuan yang mengatasnamakan J&T Express. Dalam unggahannya pada Agustus 2025, perusahaan mengingatkan masyarakat untuk tidak mengeklik tautan lowongan kerja palsu. Perusahaan juga menghimbau agar masyarakat menerima informasi resmi dari akun sosial media “jntexpressid” atau laman jet.co.id. 

Hasil penelusuran mengarah ke laman jet.co.id/about/career. Dalam laman tersebut, informasi terkait lowongan kerja atau rekrutmen tidak menuliskan nominal gaji, berbeda dengan unggahan akun Facebook “New Update 2026”. Adapun rekrutmen J&T Express bisa dilakukan dengan mengirimkan CV melalui email ke gje.recruitment@jet.co.id Salah Sumber: [tangkapan layar] [sumber] Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH.

Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.


Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli