HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia Sumatera Selatan (PW PII Sumsel) sukses melaksanakan kegiatan Kursus Pendidikan Pemandu dan Muallim (KP2M) sebagai bagian dari penguatan sistem kaderisasi organisasi. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari tiga daerah, yakni Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

KP2M yang diselenggarakan oleh Bidang Kaderisasi PW PII Sumsel ini mengusung tema “Penguatan Kaderisasi PII melalui Pemandu dan Muallim yang Adaptif dan Progresif.” Kegiatan tersebut menjadi wadah pengembangan kapasitas kader dalam membentuk pemandu dan muallim yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan keislaman Pelajar Islam Indonesia.

Ketua Umum PW PII Sumsel, Jhordy Junior Fernando menyampaikan bahwa KP2M merupakan langkah konkret organisasi dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi dan memperkuat kualitas sumber daya kader di lingkungan PII.

“KP2M bukan hanya kegiatan formal kaderisasi, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan militansi kader. Kami berharap para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan mampu menjadi pemandu dan muallim yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, serta mampu membawa semangat pembaharuan dalam gerakan Pelajar Islam Indonesia,” ujarnya di akhir acara, Senin (18/5/2026).

Ia juga menegaskan bahwa PW PII Sumsel terus berkomitmen menghadirkan proses kaderisasi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pelajar saat ini.

Sementara itu, Ketua Bidang I Kaderisasi PW PII Sumsel, M. Fadlurrohman Shubhi menjelaskan bahwa KP2M merupakan bagian dari upaya strategis organisasi dalam memperkuat kualitas kaderisasi secara berkelanjutan.

“Kursus Pendidikan Pemandu dan Muallim (KP2M) yang diselenggarakan oleh Bidang Kaderisasi Pelajar Islam Indonesia Pengurus Wilayah Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kualitas kaderisasi organisasi melalui pembentukan pemandu dan muallim yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas kader,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan mendampingi proses kaderisasi, tetapi juga mampu merespons tantangan perkembangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan prinsip perjuangan Pelajar Islam Indonesia.

“Dengan mengusung tema ‘Penguatan Kaderisasi PII melalui Pemandu dan Muallim yang Adaptif dan Progresif’, kegiatan ini menjadi wadah pembinaan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan, kemampuan instruksional, serta kesadaran ideologis kader dalam menjaga keberlanjutan gerakan dan estafet perjuangan organisasi,” lanjutnya.

Melalui pelaksanaan KP2M ini, PW PII Sumsel berharap lahir kader-kader pelajar yang mampu menjadi penggerak organisasi di daerah masing-masing serta memperkuat eksistensi PII sebagai organisasi kader dan perjuangan di tengah dinamika pelajar dan masyarakat.