HARIAN NEGERI - Program pelatihan kerja melalui Mobile Training Unit (MTU) yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur kini memberikan dua sertifikat sekaligus. Masing-masing adalah sertifikat pelatihan dari PPKD dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)."Meningkatkan kualitas dan daya saing"Melalui tambahan sertifikasi dari BNSP, program MTU diharapkan tidak hanya memudahkan akses masyarakat terhadap pelatihan kerja, tetapi juga meningkatkan peluang peserta untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.Kepala PPKD Jakarta Timur, Teguh Hendarwan mengatakan, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan pelatihan kerja di dunia usaha dan industri."Peserta pelatihan MTU mulai tahun ini mendapatkan dua sertifikat, sama seperti peserta pelatihan reguler, yaitu sertifikat dari PPKD dan BNSP," ujarnya, Kamis (4/6).Teguh menjelaskan, program MTU merupakan layanan pelatihan kerja dengan sistem jemput bola yang menyasar langsung ke kelurahan-kelurahan.
Sehingga, masyarakat tidak perlu datang ke lokasi PPKD untuk mengikuti pelatihan.Menurutnya, sertifikat BNSP diberikan setelah peserta dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi yang dilaksanakan usai pelatihan.
Pemberian sertifikat kompetensi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung agar seluruh peserta pelatihan MTU memperoleh pengakuan kompetensi yang diakui secara nasional."Untuk mendapatkan sertifikat BNSP, peserta harus mengikuti dan lulus uji kompetensi terlebih dahulu.
Ini merupakan upaya meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja," terangnya.Teguh menuturkan, pelatihan MTU angkatan pertama telah selesai dilaksanakan pada pekan lalu. Sementara, angkatan kedua mulai berlangsung sejak 2 Juni hingga 30 Juni 2026 dan akan ditutup dengan pelaksanaan uji kompetensi pada 1 Juli 2026."Pada angkatan kedua ini, pelatihan digelar di tujuh lokasi dengan tujuh program kejuruan yang diikuti 70 peserta," ungkapnya.Ia menambahkan, program yang diselenggarakan meliputi Merias Wajah dan Penataan Rambut di Kelurahan Utan Kayu Selatan; Pembuatan Makanan dan Minuman serta Pembuatan Produk Roti dan Patiseri di Kelurahan Malaka Sari; serta Dasar Penjahitan Busana di Kelurahan Cakung Timur.Kemudian, Desainer Grafis Muda di UPRS 1 Rusunawa Jatinegara Barat; Junior Office Administration di Kelurahan Pondok Bambu; serta Barista Dasar di Kelurahan Pisangan Baru."Secara keseluruhan pelatihan MTU terdiri dari 12 kejuruan.
Mayoritas program berlangsung selama 20 hari kerja, kecuali pelatihan Bahasa Inggris yang dilaksanakan 45 hari karena mencakup berbagai tingkatan pembelajaran, mulai dari basic, grammar, speaking, conversation, listening, hingga kemampuan komunikasi lainnya," tandasnya.


Komentar