HARIAN NEGERI - Jakarta, Minggu (4/1/2026) Pelajar Islam Indonesia (PII) Jakarta menggelar Leadership Training pada 25–31 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar dari berbagai wilayah Jakarta dan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, kepekaan sosial, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Leadership Training ini turut dihadiri oleh Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP). Selama sepekan kegiatan, para peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga diajak berdiskusi, berefleksi, dan berlatih mengambil peran sebagai pelajar yang peduli terhadap persoalan di sekitarnya.

Ketua Umum PW PII Jakarta, Imaduddin, menegaskan bahwa pelajar hari ini tidak bisa terus ditempatkan sebagai penonton, apalagi sekadar objek politik.

“Pelajar tidak harus menjadi pahlawan. Tetapi pelajar juga tidak boleh diam dan menjadi bagian dari pembiaran. Sudah saatnya pelajar menjadi subjek, pelaku perubahan minimal di lingkungan sekitarnya,” ujar Imaduddin, Minggu (4/1/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi pelajar. Menurutnya, berbagai peristiwa kekerasan di lingkungan pendidikan harus menjadi pelajaran bersama.

“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar dan bertumbuh. Perundungan dalam bentuk apa pun harus kita lawan sebagai bagian dari memanusiakan manusia,” katanya.

Lebih lanjut, Imaduddin menegaskan bahwa kepedulian terhadap isu kemanusiaan global, termasuk Palestina, lahir dari nilai kemanusiaan yang tertanam kuat sejak dini.

“Kalau nilai kemanusiaan sudah hidup dalam diri kita, kepedulian terhadap Palestina akan tumbuh dengan sendirinya. Ini bukan soal jauh atau dekat, tetapi soal kemanusiaan,” tambahnya.

Direktur YPSP, Syekh Dr. Ahed Abu Abu Alatta, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa banyak pemimpin besar hari ini berawal dari aktivitas organisasi pelajar dan mahasiswa.

“Para pemimpin di Palestina dulunya juga aktivis seperti kalian. Begitu juga di Indonesia, Ketua MPR RI saat ini, Ahmad Muzani, merupakan alumni PII. Mereka semua lahir dari proses kaderisasi,” ungkap Syekh Ahed.

Menurut Syekh Ahed, kegiatan seperti Leadership Training membuka peluang yang sama bagi pelajar hari ini untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Ia juga mengajak peserta untuk tidak lelah menyuarakan isu kemanusiaan, khususnya Palestina, meski hanya melalui media sosial.

“Jangan bosan menyuarakan Palestina, minimal lewat status atau postingan media sosial. Daripada waktu habis tanpa makna, lebih baik digunakan untuk menyebarkan kepedulian,” pesan Syekh Ahed.

Melalui kegiatan ini, PII Jakarta berharap para peserta tumbuh menjadi pelajar yang berani peduli, berani bersikap, dan siap mengambil peran positif bagi lingkungan sekolah, masyarakat, dan kemanusiaan secara luas.