HARIAN NEGERI - Tangerang, Senin (19/1/2026), Puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan PT. Megah Sarana Beton. Diketahui, aksi tersebut dilakukam karena PT. Megah Sarana Beton diduga mempunyai alamat yang sama dengan PT. Super Pompa.

Koordinasi Aksi, Aditya, menjelaskan bahwa kenapa melakukan aksi di PT. Megah Sarana Beton, dikarenakan diduga lokasi yang sama dengan PT. Super Pompa. 

"Kami aksi di sini, karena alamat dari PT. Super Pompa adalah disini, dimana sama lokasi dengan PT. Megah Sarana Beton," ujar Adit saat orasinya, Senin (19/1/2026).

Aditya menambahkan bahwa diketahui bahwa memang PT. Super Pompa ini sering berpindah-pindah tempat, sekarang lokasi terkini disini, hal itu memunculkan dugaan adanya hubungan antara PT. Super Pompa dan PT. Megah Sarana Beton. 

"Kami bukan demo kepada  PT. Megah Sarana Beton, tapi kepada PT. Super Pompa ini sangat bermasalah, sering berpindah-pindah tempat, sekarang lokasi kantornya di sini, terlebih terdapat pembayaran yang belum dilunasi kepada PT. Surabaya Ekspress" tambahnya. 

IMG-20260119-WA0048
Salah satu Masa Aksi, Riswandi saat melakukan orasi, Senin (19/1/20026).


Riswandi, salah satu orator menekankan akan pentingnya tanggungjawab terhadap citra bisnis dalam negeri, dirinya menekankan bahwa PT. Pompa wajib bertanggungjawab kepada PT. Surabaya Express, hal tersebut merugikan PT. Surabaya Express. 

"Pimpinan PT. Super Pompa jangan main kucing-kucingan, harus bertanggungjawab, jangan menipu, dan merusak citra bisnis dalam negeri padahal PT. Super Pompa adalah Penanaman Modal Asing (PMA)," lanjut Riswandi dalam orasinya.

Adapun tuntutan Masa Aksi yang tergabung kedalan Aliansi Somasi, sebagai berikut:

  1. Mendesak Agar PT. Super Pompa untuk bertanggungjawab atas kerugian yang di dapat oleh PT. Surabaya Express.
  2. Mendesak klarifikasi secara resmi dan terbuka dari PT. Super Pompa kepada Publik. 
  3. Mendesak PT. Super Pompa segera melakukan penyelesaian secara terukur dan dipertanggungjawaba. 

Menutup orasinya, Adit menekankan bahwa, jika PT. Super Pompa, masih belum memberikan kejelasan, maka kami akan terus turun demi memperjuangkan keadilan dan citra ekonomi dalam negeri.