HARIAN NEGERI, Jakarta - Putra Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Nicolas Maduro Guerra, menyerukan warga Venezuela untuk bersolidaritas dan turun ke jalan menyusul penangkapan ayahnya oleh Amerika Serikat (AS).
Dilansir AFP, Maduro Guerra (35) menyampaikan seruan tersebut melalui pesan audio yang diunggah di media sosial pada Minggu (4/1/2026). Sejumlah ajudan Maduro Guerra mengonfirmasi keaslian pesan audio tersebut.
“Kalian akan melihat kami di jalanan, kalian akan melihat kami di sisi rakyat, kalian akan melihat kami mengibarkan bendera martabat,” ujar Maduro Guerra dalam pesannya.
Seruan itu disampaikan sehari setelah Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh militer AS. Keduanya disebut diterbangkan keluar dari ibu kota Caracas dan dibawa ke New York oleh pasukan militer Amerika Serikat.
“Mereka ingin kita terlihat lemah, tetapi kita tidak akan menunjukkan kelemahan,” tegasnya.
Maduro Guerra diketahui merupakan satu dari enam orang termasuk ayah dan ibu tirinya yang dituduh oleh otoritas AS terlibat praktik yang disebut sebagai “narkoterorisme.” Ia merupakan satu-satunya putra kandung Nicolas Maduro dari pernikahan dengan Adriana Guerra Angula, sebelum Maduro menikah dengan Cilia Flores. Tiga anak lainnya merupakan anak dari Flores, yang juga ikut ditangkap dalam operasi tersebut.
Nicolas Maduro sendiri ditangkap di tempat persembunyiannya di Caracas pada akhir pekan lalu. Penangkapan itu memunculkan spekulasi adanya pengkhianatan dari lingkaran dalam tokoh sosialis tersebut.
“Sejarah akan membuktikan siapa pengkhianatnya. Sejarah akan mengungkapkannya. Kita akan lihat,” kata Maduro Guerra.
Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa chavismo gerakan sosialis anti-imperialis yang didirikan mendiang Presiden Hugo Chavez akan tetap bertahan meski tekanan internasional meningkat.
Sebelumnya, sekitar 2.000 pendukung Nicolas Maduro menggelar unjuk rasa di jalanan Caracas pada Minggu (4/1) waktu setempat. Mereka menuntut Amerika Serikat segera membebaskan Maduro dan Cilia Flores.
Aksi tersebut dikawal kelompok paramiliter dan pengendara motor pro-Maduro. Para demonstran mengibarkan bendera nasional Venezuela serta membawa poster bergambar Maduro.
“Bebaskan presiden kami,” bunyi salah satu poster demonstran.
“Venezuela bukan koloni siapa pun,” tulis poster lainnya, menyindir pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Washington akan “mengelola” Venezuela selama masa transisi yang belum ditentukan.

Komentar