HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Cek Fakta: Hoaks Penyebab Mati Listrik Massal di Sumatra karena Serangan Monyet'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 25 Mei 2026. Dalam unggahannya terdapat foto sekawanan monyet sedang berada di atas kabel listrik disertai narasi sebagai berikut: "Inilah penyebab Pulau Sumatra Mati total sampai lumpuh..
mulai dari kota aceh, medan, padang pekanbaru sampai palembang" Lalu benarkah postingan yang mengklaim mati listrik massal di Sumatra karena serangan monyet? Cek Fakta
Ia menyebut indikasi awal menunjukkan cuaca buruk memicu gangguan pada sistem transmisi yang berdampak pada sebagian jaringan kelistrikan Sumatra. "Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, sehingga memicu penurunan frekuensi listrik dan efek domino gangguan di sejumlah wilayah," ujarnya. Di sisi lain Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin menegaskan, dugaan sementara penyebab mati listrik total (balckout) di Sumatera adalah faktor teknis, gangguan transmisi dan cuaca ekstrem.
Nunung menyebut tidak ditemukan unsur kesengajaan atau sabotase. Kesimpulan Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar