HARIAN NEGERI, Jakarta – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Sumatera Selatan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Anggota Komisi VI DPR RI Askweni, Sabtu (30/5/2026).
Pertemuan ini alam rangka membahas persiapan penyelenggaraan Training Nasional PW PII Sumsel yang akan dilaksanakan di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang pada 21 Juni – 2 Juli 2026.
Suasana hangat dan konstruktif tersebut menjadi momentum bagi PW PII Sumsel untuk memaparkan berbagai agenda strategis organisasi dalam upaya meningkatkan kualitas kader dan memperkuat peran pelajar dalam pembangunan bangsa.
Ketua Umum PW PII Sumsel, Jhordy Junior Fernando, menyampaikan bahwa Training Nasional merupakan salah satu program pengkaderan berskala nasional yang akan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, intelektualitas, dan komitmen keislaman yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penguatan kapasitas kader, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran pelajar dalam menjawab tantangan pendidikan, sosial, dan kebangsaan di era transformasi digital," ujar Jhordy.
Steering Committee (SC) Training Nasional PW PII Sumsel, M. Fadlurrohman Shubhi menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama pelatihan telah disusun untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif melalui diskusi, pelatihan, kajian keislaman, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.
"Kami berharap peserta yang hadir dari berbagai wilayah dapat membawa pulang pengalaman, wawasan, dan jejaring yang akan menjadi bekal dalam mengembangkan gerakan pelajar di wilayah masing-masing. Training Nasional ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga investasi kaderisasi untuk masa depan PII dan bangsa," ujar Rohman.
Selain membahas pelaksanaan Training Nasional, PW PII Sumsel juga menyampaikan rencana Pembukaan Training Nasional yang akan dilaksanakan pada 20 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut akan diselenggarakan Dialog Pelajar yang menghadirkan berbagai unsur organisasi pelajar, tokoh pendidikan, akademisi, serta tokoh penting lainnya untuk membahas berbagai isu strategis dunia kepelajaran dan pendidikan.
Dalam audiensi tersebut, PW PII Sumsel juga memaparkan rencana Deklarasi Poros Pelajar Sumatera Selatan, sebuah wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai organisasi pelajar, yakni Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Forum OSIS Sumatera Selatan (Fostan).
Poros Pelajar tersebut diharapkan menjadi ruang sinergi dalam memperjuangkan kepentingan pelajar, mengawal isu-isu pendidikan, serta memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Menanggapi berbagai agenda yang dipaparkan, Anggota Komisi VI DPR RI, Askweni memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan PW PII Sumsel dalam membangun gerakan pelajar yang progresif dan kolaboratif.
"Saya menyambut baik berbagai inisiatif yang dilakukan oleh PW PII Sumsel. Pelajar harus diberikan ruang untuk berkembang, berdiskusi, dan mengasah kemampuan kepemimpinannya. Kegiatan seperti Training Nasional dan Dialog Pelajar sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, karakter yang kuat, serta kepedulian terhadap pembangunan bangsa," kata Askweni.
Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan dapat menjadi sarana lahirnya gagasan-gagasan baru dari kalangan pelajar yang mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan masa depan Indonesia.
"Saya berharap kegiatan ini berjalan sukses dan mampu melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kepemimpinan untuk masyarakat, daerah, dan bangsa," tambahnya.
PW PII Sumsel berharap rangkaian Training Nasional, Dialog Pelajar, dan Deklarasi Poros Pelajar Sumatera Selatan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat persatuan pelajar serta membangun ekosistem kepelajaran yang aktif, produktif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban Indonesia.


Komentar