HARIAN NEGERI - Jakarta, Ketua Harian Perisai Prabowo, Kamir Abdullah, memberikan klarifikasi tegas terhadap sejumlah informasi yang beredar di publik dan dinilai mengandung disinformasi, fitnah, serta narasi kebencian terhadap Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam keterangan resminya yang disampaikan dihadapan sejumlah awak media di Jakarta, Minggu (31/5/2026) Kamir menegaskan bahwa berbagai isu yang beredar tersebut tidak berdasar dan berpotensi menyesatkan opini publik jika tidak diluruskan secara proporsional.
Terkait isu bantuan sapi kurban, Kamir menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan Presiden yang telah dianggarkan dalam APBN sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia juga membantah adanya pelabelan nama Presiden pada sapi bantuan tersebut.
“Tidak benar ada penyemprotan pilox bertuliskan nama Presiden pada sapi. Itu informasi yang tidak berdasar,” ujar Kamir.
Mengenai kunjungan kenegaraan Presiden ke Paris pada 28 Mei 2026, Kamir menegaskan bahwa agenda tersebut telah direncanakan jauh hari sebelumnya dan diumumkan secara resmi oleh Menteri Luar Negeri sejak 22 April 2026.
“Jadi bukan kunjungan mendadak seperti yang dituduhkan,” tegasnya.
Ia juga menepis klaim terkait biaya penginapan Presiden dan rombongan di Prancis yang disebut mencapai Rp5,8 miliar. Menurutnya, angka tersebut hanya mengacu pada published rate hotel dan tidak mencerminkan biaya riil yang dikeluarkan negara.
“Dalam praktik kenegaraan, ada mekanisme dan tarif khusus, serta tidak semua rombongan menginap di tempat yang sama,” jelasnya.
Terkait isu pembatalan kunjungan ke sejumlah negara Eropa seperti Italia, Austria, dan Hungaria, Kamir menegaskan bahwa kunjungan tersebut memang tidak pernah dijadwalkan dalam agenda resmi Presiden tahun 2026.
Di bidang ekonomi, Kamir turut meluruskan narasi mengenai pelemahan nilai tukar rupiah. Ia menyebut bahwa fluktuasi rupiah terhadap dolar AS merupakan fenomena jangka panjang yang telah terjadi selama dua dekade terakhir.
“Yang sedang dilakukan Presiden adalah langkah korektif melalui kebijakan strategis seperti penguatan devisa hasil ekspor dan pengelolaan sumber daya alam secara lebih terintegrasi,” ujarnya.
Sementara itu, terkait kondisi pasar modal, Kamir menyampaikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah di era Presiden Prabowo. Namun, ia mengakui perlunya reformasi untuk memastikan pertumbuhan yang lebih sehat dan berbasis fundamental.
“Presiden mendorong reformasi pasar modal agar lebih transparan dan sesuai standar global,” tambahnya.
Di sektor pendidikan, Kamir juga membantah anggapan bahwa kebijakan pengenalan bahasa asing dilakukan secara tergesa-gesa dan tanpa kesiapan.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lebih menekankan pada pengenalan bahasa global untuk membuka wawasan siswa, bukan tuntutan penguasaan tingkat tinggi.
“Pemanfaatan teknologi seperti interactive flat panel di sekolah juga menjadi solusi pembelajaran bahasa secara efektif,” katanya.
Kamir Abdullah mengimbau masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Penting bagi kita semua untuk menjaga ruang publik tetap sehat dengan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Pada akhir penjelasannya, Ketua Harian Perisai Prabowo, Kamir Abdullah mengutip Ayat Alquran, pada Surah Al-Baqarah :191 yang secara tegas menyatakan "wal-fitnatu asyaddu min al-qatl" (dan fitnah itu lebih kejam/besar bahayanya daripada pembunuhan).


Komentar