HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[SALAH] Dapur MBG Dirusak Warga yang Anaknya Keracunan'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial. Hasil Pemeriksaan Fakta Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan.
Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan. Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Bagas Lesmana” pada . Unggahan beserta narasi : Hingga unggahan telah mendapatkan 40-an tanda suka, 10 komentar dan telah dibagikan ulang 1 kali.
Baca Juga :
[SALAH] Andrie Yunus Dinyatakan Buta PermanenTim pemeriksa fakta
Foto pada unggahan tersebut juga disisipi tautan yang mengarah ke laman online shop ketika diklik. Video tersebut menampilkan kotak putih bertuliskan “KOTAK PERALATAN DAPUR MBG” yang tidak ada pada unggahan asli akun Instagram “the.ne.bullet”, sehingga dapat disimpulkan tulisan tersebut merupakan hasil manipulasi. Dilansir dari ndtv.com, kerusuhan memuncak pada 22–24 Desember 2025 di Kheroni, West Karbi Anglong, dipicu protes komunitas Karbi terkait tuntutan penggusuran pendatang yang dianggap menduduki lahan adat.
Bentrokan tersebut menyebabkan dua orang tewas dan mendorong pemerintah Assam mengerahkan tambahan pasukan keamanan ke wilayah Kheroni untuk menjaga situasi tetap kondusif. Pemerintah setempat juga memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat guna mencegah meluasnya bentrokan dan memulihkan ketertiban di kawasan tersebut. Melansir dari indiatimes.com, pemerintah setempat juga menangguhkan layanan internet seluler di distrik West Karbi Anglong dan Karbi Anglong, serta memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat guna mencegah meluasnya bentrokan dan memulihkan ketertiban di kawasan tersebut.
Salah Sumber: [tangkapan layar]
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar