HARIAN NEGERI - Sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook "Carlos Mend" pada 9 April 2026, mengklaim bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melakukan invasi darat ke Iran. Klaim tersebut disertai narasi yang menyebutkan bahwa kota-kota di Iran telah hancur akibat serangan pesawat siluman B2. Hingga saat ini, video tersebut telah dilihat lebih dari 18 ribu kali dan mendapatkan ratusan interaksi dari pengguna Facebook.

Hasil Cek Fakta

Hasil penelusuran yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Harian Negeri menunjukkan bahwa tidak ada laporan dari media kredibel yang mendukung klaim mengenai invasi darat besar-besaran oleh pasukan AS dan Israel ke Iran. Konflik yang terjadi saat ini masih didominasi oleh serangan udara yang menargetkan fasilitas strategis, bukan operasi militer darat berskala penuh. Meskipun ada laporan tentang pengerahan ribuan personel Marinir AS ke kawasan sekitar, tidak ada konfirmasi resmi bahwa pasukan tersebut telah memasuki atau menduduki wilayah Iran. Informasi yang beredar hanya menunjukkan adanya serangan militer terbatas, seperti serangan udara terhadap target-target strategis. Lebih lanjut, tim pemeriksa fakta juga melakukan verifikasi terhadap keaslian video tersebut menggunakan teknologi Hive Moderation. Hasil analisis menunjukkan bahwa video itu adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas mencapai 99,5%, menegaskan bahwa video tersebut tidak dapat dipercaya.

Kesimpulan

Klaim tentang invasi darat oleh AS dan Israel ke Iran terbukti salah dan tidak didukung oleh bukti yang valid. Penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, agar tidak terjebak dalam hoaks yang dapat mempengaruhi pemahaman publik.

Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli