HARIAN NEGERI - JAKARTA, Minggu (12/4/2026), Peristiwa bentrokan yang terjadi dalam rangkaian pesta pernikahan anak Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindakop) di Kecamatan Wasilei, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, menuai kecaman keras.
Berdasarkan informasi media, acara tersebut tetap berlangsung hingga malam hari meskipun sebelumnya telah ada arahan dari Kapolres Halmahera Timur agar kegiatan tidak menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Namun, arahan tersebut tidak diindahkan. Kegiatan yang berlanjut hingga malam itu memicu kerumunan besar dan berujung pada bentrokan antar kelompok pemuda dari beberapa desa. Di tengah peristiwa tersebut, beredar video di masyarakat yang memperlihatkan aksi pemukulan. Dalam video itu, turut terlihat sosok Kadis Perindakop Haltim berada dalam situasi tersebut, yang kemudian menjadi sorotan publik.
Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Hukum dan HAM Solidaritas Muda Indonesia Timur se-Jabodetabek, Vallen Totomo, melontarkan kritik keras.
“Faktanya jelas, arahan Kapolres diabaikan. Lalu muncul video aksi kekerasan, dan di dalamnya terlihat pejabat. Ini bukan lagi sekadar kelalaian, ini sudah mencoreng wibawa hukum dan jabatan publik,” tegasnya.
Vallen menilai, keberadaan seorang pejabat dalam situasi kekerasan seperti itu merupakan hal yang sangat serius dan tidak bisa dianggap biasa.
“Seorang Kadis seharusnya meredam, bukan berada dalam pusaran konflik. Ini mencerminkan kegagalan total dalam menjaga tanggung jawab sebagai pejabat publik,” ujarnya tajam.
Ia menegaskan bahwa seluruh fakta yang beredar, baik dari pemberitaan maupun video, harus ditindaklanjuti secara serius oleh aparat penegak hukum.
“Kalau sudah ada bentrokan dan bukti visual yang beredar luas, maka tidak boleh ada pembiaran. Harus ada kejelasan hukum,” katanya.
Vallen menyampaikan kritik keras terhadap situasi tersebut. Jangan sampai publik melihat bahwa pejabat bisa berada di tengah kekerasan tanpa konsekuensi.
“Kalau ini dibiarkan, maka itu berarti hukum sedang dilemahkan secara terang-terangan,” tutupnya.


Komentar