HARIAN NEGERI - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih dalam mengawal tahun pertama pemerintahannya. Dalam Taklimat Awal Tahun yang digelar di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1), Kepala Negara menegaskan bahwa peta jalan transformasi bangsa yang dijalankan saat ini bukanlah rencana instan, melainkan hasil kajian mendalam selama puluhan tahun yang terukur dan tertulis secara sistematis.

Prabowo menekankan bahwa kedaulatan sejati sebuah bangsa terletak pada kemampuannya untuk berdiri di atas kaki sendiri. Menurutnya, kemandirian nasional bukan sekadar retorika politik, melainkan keharusan strategis yang harus dirasakan langsung oleh rakyat melalui ketersediaan kebutuhan pokok yang stabil dan terjamin tanpa bergantung pada belas kasihan negara lain.

Fokus utama dalam visi besar ini adalah swasembada pangan dan energi. Presiden menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada komoditas beras, tetapi mencakup pemenuhan seluruh spektrum nutrisi, baik karbohidrat maupun protein. Ia juga memperingatkan bahwa ketergantungan energi pada pihak asing hanya akan menjadi penghalang bagi Indonesia untuk keluar dari jerat kemiskinan dan mencapai kemakmuran yang berkelanjutan.

Belajar dari dinamika global yang penuh ketidakpastian, Prabowo mengingatkan kembali pahitnya pengalaman saat pandemi COVID-19. Kala itu, banyak negara eksportir menutup keran perdagangan mereka demi mengamankan stok domestik, sehingga uang yang dimiliki sebuah negara menjadi tidak berarti jika barangnya tidak tersedia di pasar internasional. Hal inilah yang memperkuat urgensi penguatan produksi dalam negeri di tengah konflik global yang terus berkecamuk.

Menutup taklimat tersebut, Presiden menyampaikan kabar menggembirakan mengenai capaian sektor pangan yang melampaui ekspektasi. Indonesia berhasil mewujudkan swasembada beras jauh lebih cepat dari target awal empat tahun. Saat ini, cadangan beras di gudang pemerintah telah menembus angka 3 juta ton, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Republik Indonesia yang menjadi bukti nyata dari kerja keras kolektif seluruh elemen pemerintah.