HARIAN NEGERI - Jakarta, Sabtu (2/5/2026), Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), CIPAYUNG CONNECTION bersama berbagai elemen organisasi mahasiswa melaksanakan aksi massa di kawasan Patung Kuda Jakarta sebagai bentuk kritik terhadap arah kebijakan pendidikan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keadilan, pemerataan, dan pembebasan intelektual.
Aksi ini merupakan hasil konsolidasi yang dilakukan pada Kamis, 30 April 2026 di Aula UNUSIA, yang dihadiri oleh berbagai organisasi mahasiswa lintas wilayah, di antaranya PMII Jakarta Pusat, HMI Jakarta Timur, HMI Jakarta Raya, HMI Jakarta Selatan, GMNI Jakarta Timur, IMM Jakarta Timur, dan elemen lainnya.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik terhadap situasi nasional, khususnya pada sektor pendidikan, ketenagakerjaan, serta isu keadilan sosial yang dinilai semakin menjauh dari prinsip kesejahteraan rakyat.
Namun demikian, hingga aksi berakhir, tidak ada satu pun perwakilan pemerintah yang hadir untuk menemui massa aksi ataupun memberikan tanggapan atas tuntutan yang disampaikan. Hal ini menunjukkan sikap abai pemerintah terhadap aspirasi rakyat, khususnya mahasiswa sebagai bagian dari agen perubahan sosial.
Grand Isu: Tata Ulang Pendidikan Indonesia, Tuntutan Utama:
- Stop industrialisasi dan komersialisasi pendidikan di Indonesia.
- Wujudkan kesejahteraan guru.
- Kembalikan anggaran pendidikan yang tidak tepat peruntukannya.
- Bongkar seluruh skandal beasiswa di Indonesia.
- Wujudkan ruang aman pendidikan tanpa bias gender.
- Tolak militerisme dalam dunia pendidikan.
- Bubarkan program sekolah rakyat.
- Implementasikan Putusan MK No. 3/PUU-XXIII/2025 tentang pendidikan gratis (negeri dan swasta)
Isu Turunan:
- Wujudkan UU Ketenagakerjaan yang terpisah dari Omnibus Law.
- Sahkan RUU Perampasan Aset.
- Hapus sistem outsourcing dan kemitraan semu.
- Wujudkan reforma agraria sejati.
- Percepat reformasi Polri.
- Tarik militer ke barak dan bubarkan komando teritorial
- Tangkap dan adili jenderal pelanggar HAM.
- Adili pelaku penyiraman air keras terhadap Andri Yunus di pengadilan sipil.
- Tolak imperialisme dan keluar dari Board of Peace
- Hentikan represivitas aparat dan bebaskan seluruh tahanan politik
Aksi ini menegaskan bahwa momentum Hardiknas bukan sekadar seremoni, melainkan ruang perjuangan untuk menuntut keadilan struktural dalam sektor pendidikan. CIPAYUNG CONNECTION menyatakan akan terus mengawal isu-isu tersebut hingga terdapat respon konkret dari pemerintah.
Kami mengecam keras sikap diam pemerintah atas aksi ini. Ketidakresponsifan tersebut semakin mempertegas adanya jarak antara pengambil kebijakan dan realitas yang dihadapi rakyat.
Oleh karena itu, kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal dan memperjuangkan hak-hak rakyat secara kolektif.


Komentar