HARIAN NEGERI, Jakarta - Tim nasional (timnas) bola basket kursi roda 3x3 putra Indonesia belum berhasil melaju ke babak final ASEAN Para Games 2025 Thailand setelah menelan kekalahan 5-14 dari Filipina pada pertandingan semifinal. Laga tersebut digelar di Hall 1, Terminal 21, Nakhon Ratchasima, Senin sore.
Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang beruntung skuad Garuda sepanjang turnamen. Sebelumnya, Indonesia juga menelan tiga kekalahan pada babak penyisihan dengan sistem round robin, masing-masing kalah 3-20 dari Filipina, 6-16 saat menghadapi tuan rumah Thailand, serta 6-10 ketika berjumpa Malaysia.
Pelatih kepala timnas bola basket kursi roda 3x3 putra Indonesia, Salim Nurjadin, menilai para pemain telah menunjukkan upaya maksimal meski hasil akhir belum sesuai harapan.
“Para pemain sudah berusaha maksimal, tetapi hasil akhir belum berpihak kepada kami,” ujar Salim usai pertandingan.
Ia menambahkan, tim kini akan mengalihkan fokus pada laga perebutan tempat ketiga atau medali perunggu melawan Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/1) di lokasi yang sama.
“Kekalahan dalam empat laga, termasuk semifinal, menjadi bahan evaluasi agar tim bisa tampil lebih kuat ke depannya. Target terakhir kami adalah meraih perunggu,” kata Salim.
Kapten timnas basket kursi roda 3x3 putra Indonesia, I Komang Suparta, menyatakan timnya segera melakukan pembenahan untuk menghadapi laga terakhir melawan Malaysia.
“Kami akan berusaha bangkit dan memperbaiki kekurangan untuk pertandingan perebutan peringkat ketiga,” ujar Komang.
Cabang olahraga bola basket kursi roda 3x3 putra pada ASEAN Para Games 2025 diikuti oleh empat negara, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Seluruh tim saling bertemu pada babak penyisihan dengan sistem round robin untuk menentukan pasangan semifinal.
Sementara itu, partai final cabang olahraga tersebut mempertemukan tuan rumah Thailand dengan Filipina. Untuk kategori putri, Indonesia tidak menurunkan tim sehingga tidak berpartisipasi dalam kompetisi.

Komentar