HARIAN NEGERI, Jakarta - Tyson Fury kembali membuat dunia tinju bergemuruh. Petinju kelas berat asal Inggris tersebut secara resmi mengumumkan akan kembali bertarung pada 2026, meski sebelumnya sempat menyatakan pensiun usai dua kekalahan kontroversial dari Oleksandr Usyk.

Pengumuman itu disampaikan Fury melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (4/1/2026). Dalam pesan singkat namun penuh makna, ia menegaskan niatnya untuk kembali naik ring.

“2026 adalah tahunnya. Return of the Mac. Sudah lama pergi, tapi sekarang saya kembali. Usia 37 tahun dan masih bisa memukul. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain memukul orang dan dibayar untuk itu,” tulis Fury.

Fury belum naik ring sejak kalah dari Usyk dalam duel perebutan tiga dari empat sabuk juara dunia pada Desember 2024. Kekalahan tersebut menjadi noda pertama dalam karier profesionalnya sekaligus memicu kemarahan Fury terhadap keputusan juri yang ia anggap merugikan.

Riwayat “pensiun sementara” bukan hal baru bagi Fury. Ia sempat mengumumkan gantung sarung tangan usai menaklukkan Dillian Whyte pada April 2022, namun kembali bertarung pada akhir tahun yang sama. Karena itu, sejak awal banyak pihak meragukan pernyataan pensiun terakhir sang “Gypsy King”.

Spekulasi comeback kian menguat dalam beberapa pekan terakhir setelah Fury rutin mengunggah video latihan selama libur akhir tahun. Kini, sinyal tersebut dipastikan menjadi kenyataan dengan pengumuman resminya.

Kembalinya Fury kembali membuka peluang duel impian sesama petinju Inggris melawan Anthony Joshua. Pertarungan yang sempat disepakati pada 2021 itu berulang kali gagal terwujud akibat berbagai kendala, termasuk kewajiban Fury menjalani laga trilogi kontra Deontay Wilder.

Namun peluang duel tersebut kini diragukan setelah Joshua dilaporkan mengalami kecelakaan mobil di Nigeria yang menewaskan dua orang dekatnya dan membuat sang petinju harus menjalani masa pemulihan. Situasi itu diperkirakan membuat Joshua menunda aktivitas tinju kompetitif.

Jika Joshua belum siap kembali, Fury berpeluang mengejar trilogi melawan Oleksandr Usyk atau menghadapi juara WBO Fabio Wardley. Kemenangan atas salah satu dari mereka berpotensi mengantarkan Fury mencatat sejarah sebagai juara dunia kelas berat tiga kali, menyamai legenda tinju Muhammad Ali.

Di usia 37 tahun, Tyson Fury kembali berdiri di persimpangan karier. Apakah ini akan menjadi bab terakhir sang “Gypsy King”, atau justru awal dari satu kebangkitan besar lainnya di panggung tinju dunia?