HARIAN NEGERI - Serang, Rabu (25/2/2026), Kondisi jalan rusak dan berlubang di ruas Pandeglang kembali memakan korban jiwa. Seorang siswa SDN 1 Pandeglang bernama Khairi tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat pulang sekolah.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Gardu Tanjak, tepatnya di depan Hotel Pandeglang Raya, ketika korban sedang pulang menaiki ojek motor menuju ciekek. Sepeda motor arah ciekek, diduga terpeleset saat pengendara menghindari jalan berlubang tersebut yang mengakibatkan korban terpental ke badan jalan dan terlindas mobil ambulan yang tengah melintas, sehingga korban dinyatakan meninggal dunia ditempat.

Ketua Umum PW PII Banten, Mohammad Royhan Daestaki menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang pelajar korban kecelakaan jalan rusak Pemprov Banten

“Kami PW PII Banten selaku saya sebagai Ketua Umum, menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan yang memakan korban dari seorang pelajar, yang semoga amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT,” ujar Royhan Daestaki, Rabu (25/2/2026).

Mohammad Royhan Daestaki menyayangkan bahwa infrastuktur yang di bangun Pemprov Banten sangat tidak layak dan tidak aman bagi pelajar.

“Infrastruktur Yang di janjikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sangat membahayakan bagi pelajar di Provinsi Banten, sangat ironis yang sehingga akibat dari jalan rusak memakan korban seorang pelajar,” ungkapnya.

Diktahui setelah di observasi, banyak warga sekitar yang sama sama mengeluhkan akses jalan rusak berlubang dan tidak layak sehingga berbahaya bagi keselamatan warga atau siapapun yang melintas.

Ketua Umum PW PII Banten, menilai Andra Soni dan Dimyati selaku Pimpinan Utama Di Wilayah Banten hanya fokus pembangunan terhadap jalan jalan desa, yang sehingga lupa terhadap jalan raya dan sekitarnya..

“Program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sangat tinggi terhadap pembangunan jalan jalan di desa, tapi lupa untuk memperbaiki jalan jalan berlubang di perkotaan, atau jalan raya yang sehingga kami nilai itu sangat membahayakan apabila ada tumpang tindih terhadap pembangunan infrasturktur,” katanya.

Royhan Juga menilai 1 Tahun kepemimpinan Andra Soni - Dimyati Natakusuma adalah sebuah kegagalan besar dari segi infrastuktur yang sangat tidak aman bagi pelajar maupun pengendara lainnya 

“1 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten adalah sebuah kegagalan, infrastruktur yang tidak merata, dan banyaknya jalan berlubang, yang kami anggap sangat membahayakan terutama bagi pelajar,” tambahnya dengan tegas.

PW PII Banten mengecam keras dan akan menggelar Aksi Demonstrasi yang Menilai cuma cuma terhadap Program Bang Andra "Jalan Desa" yang merupakan kewenangan Kabupaten Kota, sedangkan jalan kewenangan Provinsi di biarkan rusak sehingga menimbulkan korban jiwa dari kalangan pelajar

“Dan kami menuntut agar Kadis PUPR dicopot dari jabatannya, karna tidak becus mengelola dan menjadikan jalan sebagai aman bagi pelajar,” tutupnya.