HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) melanjutkan agenda silaturahmi dan diskusi strategis dalam rangka memperluas akses pendidikan serta penguatan karakter generasi muda di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Senin (10/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Nyimas Dewi Ratih Kamil, Tenaga Ahli Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI menyampaikan peluang kolaborasi lintas jaringan, termasuk pelaksanaan diskusi dan pembinaan secara daring.

“Kita bisa kolaborasi, termasuk melalui Zoom untuk menjangkau lebih banyak peserta dan memperluas jaringan,” ujarnya.

Nyimas Ratih yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Terbuka mengajak PB PII untuk memulai kolaborasi konkret di bidang beasiswa. Selain itu, sebagai Pimpinan Lavika Foundation yang berfokus pada sektor pendidikan, ia menegaskan komitmennya dalam menyalurkan beasiswa bagi para santri guna memperluas akses pendidikan.

Menurutnya, para santri memiliki fondasi keilmuan yang cukup baik sebagai bekal masa depan. Oleh karena itu, akses pendidikan lanjutan dan pembekalan karakter menjadi sangat penting.

“Ke depan, generasi harus dipimpin oleh orang-orang yang baik dan berintegritas tinggi. Karena itu, pembekalan untuk membangun karakter yang kuat menjadi prioritas. Kami ingin mencari kader-kader potensial dengan karakter kuat untuk mendapatkan beasiswa,” ungkapnya.

Selain program beasiswa, kolaborasi juga diarahkan pada gerakan sosial seperti penanggulangan kemiskinan melalui penguatan ketahanan pangan, di antaranya dengan pemberian bibit tanaman kepada masyarakat sebagai langkah pemberdayaan berkelanjutan.

Ketua Umum PB PII, Amsal, menyambut baik inisiasi tersebut. Ia menegaskan bahwa PII merupakan wadah pemersatu pelajar dengan basis kader yang telah memiliki fondasi, baik dari kalangan santri maupun pelajar umum.

“PII mempersatukan. Kader PII sudah memiliki basic, baik santri maupun pelajar umum. Kolaborasi ini menjadi ruang agar program benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Amsal juga menambahkan bahwa banyak pelajar memiliki potensi besar, namun belum terarah secara optimal.

“Pelajar ini punya potensi yang baik, hanya belum terarah. PII hadir untuk menyelamatkan dan menyiapkan mereka melalui pendidikan dan pembinaan. Kami siap membantu dengan pikiran dan tenaga, serta mengerahkan kekuatan PII untuk langsung mendorong program kolaborasi ini,” tegasnya.

Melalui sinergi ini, PB PII berharap kolaborasi pendidikan, beasiswa, serta program pemberdayaan sosial dapat berjalan berkelanjutan demi mencetak generasi berkarakter kuat dan berintegritas tinggi.