HARIAN NEGERI - Makassar, Maraknya aksi begal, geng motor, dan kekerasan jalanan yang terjadi di Kota Makassar belakangan ini menuai keresahan luas di tengah masyarakat. Rentetan kasus yang melibatkan remaja hingga pelajar dinilai telah menciptakan rasa takut bagi warga, terutama pada malam hari dan di sejumlah titik rawan kota.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelajar Islam Indonesia melalui Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan mendesak pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pihak terkait untuk segera mengambil langkah serius dan konkret dalam menangani maraknya aksi kriminal jalanan tersebut.

Kabid Eksternal PW PII Sulsel, Fajri Dupai, mengecam keras tindakan brutal yang tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga telah menyeret nama pelajar dalam lingkaran kriminalitas.

“Kami mengecam keras aksi begal dan kekerasan jalanan yang hari ini semakin meresahkan masyarakat Makassar. Negara dan seluruh pihak terkait tidak boleh tinggal diam melihat kondisi ini terus berulang,” tegas Fajri.

Menurutnya, pemerintah dan aparat keamanan perlu menghadirkan langkah nyata, mulai dari pengawasan wilayah rawan, patroli intensif, pembinaan pelajar, hingga penindakan tegas terhadap pelaku kriminal tanpa pandang usia.

“Kami meminta Pemerintah Kota Makassar, aparat kepolisian, sekolah, hingga orang tua untuk turun tangan secara serius. Jangan sampai kota ini kehilangan rasa aman hanya karena lemahnya pengawasan dan minimnya pembinaan generasi muda,” lanjutnya.

IMG-20260511-WA0078
 

PW PII Sulsel juga menilai bahwa fenomena keterlibatan remaja dan pelajar dalam aksi kekerasan merupakan tanda adanya krisis sosial dan pembinaan karakter yang harus segera ditangani bersama. Pelajar yang seharusnya menjadi harapan bangsa justru banyak terseret dalam budaya geng motor, tawuran, pembusuran, hingga begal jalanan.

Fajri menegaskan bahwa pelajar bukanlah simbol ketakutan bagi masyarakat. Sebaliknya, pelajar harus menjadi wajah intelektualitas, moralitas, dan perubahan sosial di tengah kehidupan kota.

“Pelajar harus kembali ke ruang pendidikan, ruang organisasi, dan ruang pengabdian. Bukan berkeliaran di jalan membawa senjata tajam dan menciptakan teror bagi masyarakat,” ujarnya.

PW PII Sulsel turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menormalisasi kekerasan di kalangan remaja. Organisasi kepelajaran, tokoh masyarakat, sekolah, dan keluarga diharapkan mampu membangun ruang pembinaan yang sehat agar generasi muda tidak kehilangan arah.

Di akhir pernyataannya, PW PII Sulsel menuntut adanya langkah cepat dan terukur dari pemerintah serta aparat keamanan demi mengembalikan rasa aman masyarakat Kota Makassar dan menyelamatkan generasi muda dari lingkaran kriminalitas yang semakin mengkhawatirkan.