HARIAN NEGERI, Jakarta - Dudung Abdurachman menyatakan sebanyak 742 personel prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) siap diberangkatkan ke Lebanon pada 22 Mei 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung saat meninjau kesiapan pasukan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Sentul, Senin.

Dudung menjelaskan keberangkatan pasukan ini merupakan bagian dari rotasi untuk menggantikan personel perdamaian Indonesia yang saat ini masih bertugas di Lebanon. Ia memastikan seluruh pembekalan dan persiapan telah diberikan secara maksimal oleh PMPP TNI.

“Saya lihat pasukan sudah siap. Tentunya ini adalah misi PBB, tetapi yang lebih penting adalah mengemban misi bangsa Indonesia,” kata Dudung dalam keterangannya di Jakarta.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan prajurit, nama baik bangsa, serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, prajurit TNI memiliki citra positif di mata internasional karena dikenal ramah, peduli, dan serius dalam menjalankan misi perdamaian.

“Karena misi perdamaian ini, khususnya tentara Indonesia, sangat diidam-idamkan di sana karena keramahannya, kepeduliannya, keseriusannya dalam melaksanakan tugas,” ujarnya.

Dudung turut meminta doa restu masyarakat Indonesia agar seluruh rangkaian tugas berjalan lancar dan seluruh prajurit dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono mengingatkan para prajurit untuk menjalankan tugas dengan ikhlas, penuh semangat, dan keyakinan demi menjaga reputasi Indonesia di dunia internasional.

Sugiono menegaskan bahwa meskipun membawa misi perdamaian, medan operasi yang akan dihadapi tetap memiliki risiko tinggi sehingga faktor keselamatan harus menjadi prioritas utama.

“Kebanggaan bagi saya untuk bertemu saudara-saudara pada saat ini dan kebanggaan lebih besar bagi saya untuk bisa bertemu saudara-saudara pada saat saudara kembali ke tanah air dalam kondisi yang baik dan sehat,” ujar Menlu.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Djamari Chaniago, Febrian Alphyanto Ruddyard, Amur Chandra Juli Buana, serta Iwan Bambang Setiawan.