HARIAN NEGERI - Piala Dunia 2026 barangkali bakal jadi panggung terakhir bintang besar Belgia dan Mesir, Kevin De Bruyne serta Mohamed Salah. Namun, di sisi lain, sudah siap melesat pula bintang baru kedua negara yang akan berduel dini hari nanti WIB itu.Ada Matias Fernandez-Pardo di skuad Belgia dan Hamza Abdelkadir di kubu Mesir. Meski posisinya tidak persis sama dengan Salah dan De Bruyne, Abdelkadir dan Fernandez-Pardo dinilai memenuhi syarat untuk menjadi penerus kebesaran kedua senior mereka.Abdelkarim datang ke Piala Dunia 2026 dengan melompati antrean, sedangkan Pardo menolak panggilan Spanyol demi kembali membela Belgia.
Mengutip Al Ahram Online, Abdelkarim sebelumnya tidak pernah mendapat panggilan skuad senior.Namun, pelatih Hossam Hassan nekat membawa penyerang 18 tahun itu ke Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut memakan korban.
Striker Nantes Mostafa Mohamed yang lebih berpengalaman harus dicoret.Namun, Hassan tentu bukan tanpa alasan memberi kepercayaan kepada Hamza.
Perkembangan putra mantan pemain voli Al Ahly dan Mesir Mohamed Abdelkarim itu makin pesat setelah dipinjamkan Al Ahly ke tim U-19 Barcelona pada Februari lalu.Abdelkarim mencetak gol pada laga debut bersama tim muda Blaugrana dan mengakhiri musim dengan torehan enam gol. Performa impresif tersebut membuat Barcelona memutuskan mengaktifkan opsi pembelian permanennya.“Hamza penyerang yang komplet.
Dia cepat, pergerakannya tanpa bola sangat baik, kuat dalam duel udara, dan memiliki kepercayaan diri tinggi,” ujar Osama Zaki, salah satu pelatihnya di akademi Al Ahly, seperti dikutip dari AFP.Menurut laporan National Media Authority, sepanjang Piala Dunia 2026, dia sekamar dengan Salah, konon atas permintaan kapten Mesir itu sendiri.
Sebuah kesempatan berharga tentunya bagi pemain yang baru beberapa bulan lalu masih berjuang menembus tim utama Al Ahly tersebut.Jika diturunkan melawan Belgia dini hari nanti di Stadion Lumen Field, Seattle, Abdelkarim akan mencatat sejarah sebagai pemain termuda Mesir yang pernah tampil di Piala Dunia. Dia bakal mematahkan rekor yang bertahan sejak 1934, yakni ketika kiper Mostafa Kamel Mansour tampil pada usia 19 tahun.Di sisi lain, Belgia memiliki Fernandez-Pardo.
Penyerang Lille berusia 21 tahun itu lahir di Brussel dari ayah berdarah Spanyol dan ibu keturunan Italia.
Dia pernah memperkuat Belgia di berbagai level usia sebelum memutuskan membela Spanyol pada Februari 2025.Namun, belakangan dia berubah sikap. Spanyol sempat empat kali memanggil Fernandez-Pardo untuk memperkuat tim U-20 dan U-21. Namun, empat kali pula dia menolak.“Memilih Belgia bukan keputusan mudah karena saya memiliki ikatan yang kuat dengan Belgia maupun Spanyol.
Pembicaraan yang saya lakukan menjadi faktor penentu dalam keputusan ini,” ujar Pardo, seperti dikutip Diario AS. (ka/ttg/Jawa Pos)


Komentar