HARIAN NEGERI - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Kota Bandung untuk mewaspadai fenomena hujan es dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Hal ini dipicu oleh kondisi atmosfer tidak stabil akibat peralihan musim hujan ke kemarau.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa hujan es disertai angin kencang dan petir telah terjadi di beberapa wilayah Kota Bandung. Fenomena ini menjadi perhatian karena terjadi secara tiba-tiba dan intensitasnya cukup signifikan.
Menurut Teguh Rahayu, pola angin di wilayah Bandung mulai berubah akibat masuknya angin timuran, yang memicu pertumbuhan awan konvektif seperti Cumulonimbus. Awan ini menjadi pemicu utama cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang. Warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem seperti awan gelap pekat dan angin kencang mendadak.
Fenomena hujan es sendiri terjadi akibat proses fisika di dalam awan Cumulonimbus, di mana uap air membeku menjadi butiran es dan jatuh ke permukaan bumi saat arus udara ke atas melemah. Dampak dari fenomena ini dapat mencakup tumbangnya pohon dan risiko genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Masyarakat di Kota Bandung diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan tetap siaga menghadapi perubahan cuaca yang ekstrem, terutama di masa peralihan musim seperti sekarang.


Komentar