HARIAN NEGERI, Jakarta — Presiden International Paralympic Committee (IPC), Andrew Parsons, resmi menutup Paralimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Minggu (15/3), dengan China keluar sebagai juara umum perolehan medali.

Upacara penutupan bertema Italian Souvenir digelar di Cortina Curling Olympic Stadium, arena bersejarah yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1956 dan kembali digunakan pada edisi 2026 setelah tujuh dekade.

Ajang yang berlangsung sejak 6 Maret tersebut mempertandingkan 79 nomor dari enam cabang olahraga yang tersebar di tiga klaster, yakni Cortina, Val di Fiemme, dan Milan. Lebih dari 600 atlet dari 55 kontingen ambil bagian dalam edisi yang juga menandai 50 tahun sejak penyelenggaraan perdana pada 1976.

“Paralimpiade Musim Dingin ini telah mencetak kesuksesan yang memecahkan rekor. Paralimpiade terbesar dan terindah dengan lebih banyak atlet, lebih banyak negara, lebih banyak perempuan, dan lebih banyak liputan global daripada sebelumnya,” kata Parsons dalam pidato penutupan.

Ia menambahkan bahwa setiap pertandingan menghadirkan kisah tentang ketahanan dan peluang yang melampaui sekadar kompetisi olahraga.

China tampil dominan dengan raihan 15 emas, 13 perak, dan 16 perunggu, menjadi penampilan terbaik mereka dalam Paralimpiade Musim Dingin di luar negeri. Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan 13 emas, diikuti Rusia di peringkat ketiga dengan delapan emas, sementara tuan rumah Italia berada di posisi keempat dengan tujuh emas.

Dua atlet China, Cai Jiayun dan Wang Meng, dipercaya sebagai pembawa bendera pada upacara penutupan. Cai mencatatkan prestasi gemilang dengan menyumbang tiga medali emas dari cabang para biatlon, sementara Wang meraih emas bersejarah di nomor curling kursi roda ganda campuran bersama rekannya, Yang Jinqiao.

“Ketika obor Paralimpiade dipadamkan, semangatnya tidak akan pudar. Semangat itu akan terus hidup dalam diri setiap atlet dan penonton,” ujar Parsons.

Upacara penutupan juga menampilkan kilas balik momen-momen emosional sepanjang penyelenggaraan serta penghormatan kepada panitia, sukarelawan, dan seluruh peserta.

Sebagai penutup, bendera Paralimpiade diserahkan kepada tuan rumah berikutnya, yakni Paralimpiade Musim Dingin Alpen Prancis 2030, yang akan digelar di kawasan Pegunungan Alpen Prancis.

“Saya menyerukan kepada para atlet Paralimpiade dari seluruh dunia untuk bertemu kembali di Pegunungan Alpen Prancis empat tahun lagi,” kata Parsons.

Zakat Fitrah