HARIAN NEGERI, Jakarta - Petinju Amerika Serikat Danielle Perkins merebut gelar juara dunia kelas berat ringan putri World Boxing Association(WBA) setelah menang technical knockout (TKO) atas petinju Australia Che Kenneally di Little Caesars Arena.

“Perkins merebut gelar juara dunia pertamanya pada usia 43 tahun dan memantapkan dirinya sebagai kekuatan di kelas 175 pon,” demikian pernyataan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Sejak ronde pertama, Perkins langsung mengambil inisiatif serangan dengan memanfaatkan keunggulan fisik serta pengalamannya. Tekanan yang terus ia lancarkan membuat Kenneally kesulitan menemukan ritme permainan, meski juara bertahan itu mencoba mengandalkan kecepatan dan pergerakan kaki.

Dominasi Perkins semakin terlihat seiring berjalannya pertarungan, terutama dalam duel jarak dekat yang menjadi kunci laga. Mantan pemain bola basket profesional tersebut tampil disiplin dengan strategi menekan secara konsisten dan memaksa lawannya bertarung di area yang menguntungkan dirinya.

Sepanjang pertarungan, Perkins berulang kali memojokkan Kenneally di sudut ring dan sepanjang tali ring, memaksa pertukaran pukulan yang lebih mengandalkan kekuatan sang penantang.

Tekanan tanpa henti itu akhirnya mencapai puncaknya ketika Kenneally terjebak di tali ring dan menerima rangkaian pukulan keras tanpa balasan berarti. Melihat kondisi tersebut, wasit memutuskan menghentikan pertandingan demi keselamatan petinju asal Australia itu.

Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting dalam karier Perkins. Pada usia 43 tahun, ia memperbaiki rekornya menjadi enam kemenangan dan satu kekalahan sekaligus meraih gelar juara dunia pertamanya.

Gelar tersebut juga menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan baru di kelas 175 pon putri.

Sementara itu, kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Kenneally di level profesional. Petinju yang sebelumnya tak terkalahkan itu kini memiliki rekor 5-1 sekaligus harus kehilangan sabuk juara dunia yang baru diraihnya tahun lalu.