HARIAN NEGERI, Jakarta - Atlet lompat galah putri Indonesia, Diva Renatta Jayadi, kembali menorehkan prestasi internasional dengan meraih medali emas pada Nantou International Pole Vault Invitational Meet 2026 yang berlangsung di Nantou, Taiwan, Minggu.
Diva memastikan posisi teratas setelah mencatatkan lompatan terbaik setinggi 4,20 meter, sekaligus menunjukkan konsistensinya setelah pada tahun sebelumnya juga keluar sebagai juara di lokasi yang sama.
Berdasarkan hasil lomba, atlet Amerika Serikat Natalie Lark meraih medali perak dengan lompatan 4,10 meter. Sementara itu, Nitika Aakre dari India merebut medali perunggu dengan catatan 3,95 meter.
Persaingan di final berlangsung ketat antara Diva dan Natalie. Setelah Diva sukses melewati mistar 4,20 meter, Natalie mencoba meningkatkan lompatan ke 4,30 meter, namun gagal. Diva kemudian berupaya melampaui rekor pribadinya dengan mencoba lompatan 4,40 meter, tetapi belum berhasil.
Hasil tersebut memastikan Diva tetap menjadi juara dengan catatan 4,20 meter, diikuti Natalie di posisi kedua dan Nitika di peringkat ketiga.
Diva saat ini tercatat sebagai pemegang rekor nasional lompat galah putri Indonesia dengan lompatan 4,35 meter yang ia bukukan pada SEA Games 2025, 11 Desember 2025. Catatan tersebut sekaligus mempertajam rekor sebelumnya atas namanya, yakni 4,30 meter, serta menjadi rekor baru SEA Games.
Pada ajang tersebut, medali perak diraih atlet Thailand dengan lompatan 4,05 meter, sementara medali perunggu diraih bersama oleh atlet Indonesia Maria A. Melabessy dan atlet Thailand setelah sama-sama mencatatkan lompatan 3,90 meter.
Manajer Tim Nasional Atletik PB PASI, Mustara Musa, sebelumnya menyebut keberhasilan Diva merupakan hasil dari proses pembinaan jangka panjang yang berjalan konsisten. Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan perkembangan positif nomor lompat galah putri Indonesia di level internasional.
Keberhasilan Diva di SEA Games 2025 juga menjadi medali emas pertama Indonesia di nomor lompat galah putri sejak Ni Putu Desi Margawati meraihnya pada SEA Games 2003 di Hanoi dengan lompatan 3,95 meter.
Selama berada di Taiwan, Diva juga dijadwalkan mengikuti Taiwan International Indoor Pole Vault Meet pada 25 Maret 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus menjaga konsistensi performa menghadapi persaingan internasional.
Dalam rangkaian kompetisi di Taiwan, Indonesia hanya menurunkan Diva di nomor lompat galah putri dengan didampingi pelatih Frederick Saputra.
Turnamen lompat galah internasional di kawasan Sun Moon Lake tahun ini diikuti sekitar 50 atlet dari 14 negara dan wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan.


Komentar