HARIAN NEGERI, Jakarta - Tim putri SMAN 70 Jakarta menegaskan bahwa kekalahan 32–36 dari SMA Jubilee pada final DBL Jakarta 2025 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi musim kompetisi berikutnya. Pelatih Paul Mario Watulingas Sanggor mengatakan para pemain sebenarnya telah menjalankan rencana permainan dengan baik, namun sejumlah faktor teknis dan mental masih menjadi pekerjaan rumah penting.
Paul menjelaskan bahwa Asyhila Ramadhani Putri dan rekan-rekan sempat mendominasi jalannya laga, tetapi tekanan di menit-menit krusial membuat akurasi penyelesaian akhir menurun. Ia menilai beban mempertahankan gelar empat kali berturut-turut berpengaruh besar terhadap performa tim. Rotasi pemain yang terbatas juga menyulitkan mereka menjaga intensitas permainan, sementara beberapa pemain cadangan dinilai belum cukup siap untuk mengimbangi tempo pertandingan.
Meski begitu, Paul mengapresiasi kerja keras seluruh pemain sepanjang musim. Ia menyebut pencapaian tim hingga mencapai partai final tetap merupakan sebuah keberhasilan, terutama dengan persiapan yang lebih singkat dibanding musim sebelumnya. Evaluasi, katanya, akan mencakup aspek teknis, strategi, manajemen tekanan, hingga kesiapan mental pemain. “Saya hanya mau mendukung anak-anak supaya lebih siap tahun depan,” ujarnya.
Kapten tim, Asyhila, menegaskan bahwa kekalahan ini menjadi pengalaman penting bagi seluruh pemain. Ia berkomitmen bahwa SMAN 70 Jakarta akan kembali berjuang untuk merebut tempat di final pada musim kompetisi berikutnya.

Komentar