HARIAN NEGERI, Jakarta - Juara dunia kelas super ringan (63,5 kg) World Boxing Association (WBA) Gary Antuanne Russell berhasil mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan petinju Jepang Andy Hiraoka dalam pertarungan di T-Mobile Arena.

Menurut keterangan WBA yang dipantau di Jakarta, Selasa, Russell meraih kemenangan mutlak setelah dua belas ronde dengan skor juri 117-110, 116-111, dan 116-111.

Sejak ronde pembuka, petinju asal Amerika Serikat itu tampil dominan dengan memanfaatkan kecepatan tangan serta variasi kombinasi pukulan yang mengarah ke kepala dan tubuh lawan.

Pada lima ronde awal, Russell mampu mengontrol jarak serta tempo pertarungan sehingga Hiraoka lebih banyak berada dalam posisi bertahan. Pergerakan kaki Russell yang lincah juga menyulitkan penantangnya untuk melancarkan serangan bersih.

Memasuki paruh kedua laga, Hiraoka mulai melakukan penyesuaian strategi. Petinju yang sebelumnya belum terkalahkan itu mencoba memanfaatkan keunggulan jangkauan dan tinggi badan untuk menekan dari jarak menengah.

Serangan ke bagian tubuh Russell beberapa kali memaksanya mundur dan membuat pertarungan berlangsung lebih seimbang dengan intensitas duel yang meningkat.

Momen krusial terjadi pada ronde ke-10 ketika wasit Al Huggins mengurangi satu poin dari Hiraoka akibat dua pukulan rendah yang sempat menghentikan jalannya pertandingan.

Meski sempat kehilangan poin, Hiraoka tetap menunjukkan semangat juang tinggi dengan terus melancarkan serangan agresif hingga akhir ronde.

Pada dua ronde terakhir, Russell kembali mengambil kendali dengan bertinju lebih disiplin dan rapi. Ia memilih bermain aman sambil tetap mencetak poin melalui pukulan cepat dan akurat.

Strategi tersebut memastikan keunggulan Russell hingga akhir laga.

Kemenangan ini membuat Russell memperbaiki rekornya menjadi 19 kemenangan dan satu kekalahan sekaligus memperkokoh posisinya di divisi 140 pon WBA.

WBA menilai penampilan impresif Russell di Las Vegas membuka peluang menuju pertarungan penyatuan gelar pada masa mendatang.

Di sisi lain, kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Hiraoka setelah sebelumnya mencatatkan 24 kemenangan beruntun. Meski demikian, penampilannya di debut Amerika Serikat dinilai tetap meningkatkan reputasinya sebagai salah satu penantang berbahaya di kelas super ringan.