HARIAN NEGERI, Jakarta – Juara bertahan asal China, Gu Ailing, menyabet medali perak cabang freeski nomor big air putri pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, Senin (16/2). Raihan ini menandai kembalinya Gu ke panggung internasional setelah empat tahun absen dari kompetisi utama big air sejak emasnya di Beijing 2022.
Atlet berusia 22 tahun itu menutup final dengan total 179,00 poin, hanya terpaut 1,75 poin dari peraih emas asal Kanada, Megan Oldham.
“Ekspektasinya bukan rendah, tetapi saya menjalaninya selangkah demi selangkah dalam kompetisi big air pertama saya dalam empat tahun,” ujar Gu.
Perak ini menjadi medali keduanya di Milan-Cortina setelah sebelumnya finis runner-up di nomor slopestyle, sekaligus menambah koleksi medali China tepat pada hari pertama Tahun Baru Imlek (Waktu Beijing).
“Saya sangat senang. Hari ini adalah hari pertama Tahun Baru Imlek, Tahun Kuda. Semoga semua orang menjalani tahun yang luar biasa,” tambahnya.
Final yang digelar di Livigno Snow Park sempat tertunda lebih dari satu jam akibat angin kencang dan hujan salju. Gu membuka dengan run solid bernilai 90,00 poin. Ia sempat tergelincir saat mendarat di run kedua (61,25 poin), namun bangkit di bawah tekanan dengan 89,00 poin pada run terakhir.
Dengan hasil ini, Gu kini mengoleksi lima medali Olimpiade Musim Dingin terbanyak yang pernah diraih atlet putri dalam sejarah freeski. Ia dijadwalkan kembali tampil di nomor andalannya, halfpipe.
Sementara itu, Oldham yang finis keempat di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 mengunci emas lewat dua run awal bernilai 91,75 dan 89,00 poin. Ini menjadi medali keduanya di Milan-Cortina setelah sebelumnya meraih perunggu slopestyle.
“Ini benar-benar impian saya. Saya bangga bisa menampilkan trik terbaik saya dan membuat Kanada bangga,” ujar atlet 24 tahun tersebut.
Tuan rumah juga bersorak berkat aksi sensasional Flora Tabanelli (18) yang meraih perunggu. Ia bahkan mencatat skor tertinggi kompetisi, 94,25 poin, pada run finalnya.
Dari kubu China, Liu Mengting finis ketujuh dalam debut Olimpiadenya. Sementara itu, peraih perunggu big air Beijing sekaligus juara slopestyle Milan-Cortina, Mathilde Gremaud, mundur dari final akibat cedera pinggul yang dialami saat sesi pemanasan.
Persaingan ketat di Livigno menegaskan bahwa big air putri menjadi salah satu nomor paling kompetitif di Milan-Cortina 2026, dengan generasi baru dan juara bertahan saling unjuk kemampuan di panggung dunia.

Komentar