HARIAN NEGERI,MERAK  17 Maret 2026 – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi puncak arus mudik dan balik Angkutan Lebaran 2026/1447 H. Secara nasional, ASDP mengoperasikan 222 kapal yang tersebar di 320 lintasan dan didukung oleh 37 pelabuhan di 27 cabang.

Direktur Utama ASDP menegaskan bahwa seluruh wilayah kerja telah siap menyelenggarakan Posko Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.

Pada lintasan utama Jawa–Sumatera, ASDP bersama pemangku kepentingan menerapkan strategi operasional berbasis pengaturan lalu lintas dan distribusi kendaraan. Pengaturan ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama terkait pengendalian lalu lintas jalan dan penyeberangan selama masa mudik dan arus balik.

Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara menjadi titik utama distribusi kendaraan dari arah Jakarta menuju Sumatera. Sementara pada arus balik, skema serupa diberlakukan dengan penyesuaian waktu operasional guna mengurai kepadatan.

Selain itu, pada lintasan Sumatera–Jawa dan Jawa–Bali, ASDP juga menerapkan pengaturan khusus, termasuk pembatasan operasional kendaraan barang pada periode tertentu. Kebijakan ini ditujukan untuk memprioritaskan kelancaran kendaraan penumpang selama masa puncak arus mudik dan balik.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, ASDP menyiapkan manajemen arus melalui delaying system dengan memanfaatkan buffer zone, rest area, serta terminal penyangga di sejumlah titik strategis seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, ASDP juga menyiapkan rencana kontinjensi menghadapi kondisi darurat seperti cuaca ekstrem dan gangguan operasional. Upaya tersebut meliputi penyediaan tugboat, kesiapsiagaan teknisi selama 24 jam, serta optimalisasi pelabuhan alternatif di lintasan Jawa–Sumatera.

Dengan berbagai strategi tersebut, ASDP optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Zakat Fitrah