HARIAN NEGERI - Tangerang, Rabu (25/3/2026), Ketua Ikatan Mahasiswa Maluku Tangerang (IMMT), Dede, menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Tual dalam pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal, khususnya dalam pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kota Tual.

Menurutnya, persoalan mendasar yang hingga kini belum terjawab adalah keterbatasan armada pengangkut sampah yang hanya berjumlah enam unit untuk melayani seluruh wilayah kota. Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan pelayanan kebersihan yang terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat.

Dede menegaskan, cita-cita menghadirkan kota yang bersih dan tertata akan sulit diwujudkan apabila kapasitas pelayanan masih dibatasi oleh minimnya armada operasional. Dalam situasi normal saja, enam unit armada dinilai belum cukup menjangkau seluruh titik pengangkutan sampah secara efektif.

“Bagaimana mungkin menghadirkan kota yang bersih apabila proses pelayanan masih sangat terbatas pada enam unit armada. Ketika satu unit mengalami kerusakan, maka hanya lima armada yang beroperasi, sementara volume sampah setiap hari terus bertambah,” ujar Dede, Kamis (25/3/2026).

Ia juga mengkritisi fakta bahwa setiap tahun dinas terkait tetap menerima alokasi anggaran dari Pemerintah Daerah Kota Tual, namun peningkatan sarana operasional belum terlihat signifikan. Menurutnya, publik berhak mempertanyakan arah penggunaan anggaran apabila persoalan mendasar seperti armada pengangkut sampah masih stagnan.

“Setiap tahun ada suntikan anggaran dari pemerintah daerah, tetapi kondisi armada tidak menunjukkan perkembangan berarti. Ini harus menjadi perhatian serius, karena pelayanan kebersihan merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Dede meminta agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada penganggaran administratif, tetapi juga memastikan belanja publik benar-benar menjawab kebutuhan pelayanan di lapangan. Menurutnya, penguatan armada dan manajemen operasional harus menjadi prioritas agar persoalan sampah di Kota Tual tidak terus berulang.

“Apabila persoalan ini tidak segera dibenahi, maka wajah kota akan terus dibayangi persoalan kebersihan yang berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, dan citra daerah,” tutupnya dengan tegas.