HARIAN NEGERI, Jakarta – Sejarah baru tercipta di ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 ketika atlet ski lintas alam Norwegia, Johannes Hoesflot Klaebo, menjadi atlet pertama yang meraih sembilan medali emas sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin. Pada hari yang sama, tuan rumah Italia turut menambah koleksi emas lewat performa gemilang veteran ski alpin, Federica Brignone.
Di Stadion Ski Lintas Alam Tesero, kuartet Norwegia mencatat waktu 1 jam 4 menit 24,5 detik pada nomor estafet 4 x 7,5 km putra, unggul 22,2 detik atas Prancis yang meraih perak, sementara Italia mengamankan perunggu. Klaebo tampil sebagai finisher pada etape terakhir untuk memastikan kemenangan dan mengukir emas kesembilan dalam kariernya.
Capaian tersebut melampaui rekor delapan emas yang sebelumnya dipegang bersama para legenda Norwegia, yakni Bjorn Daehlie, Marit Bjorgen, dan Ole Einar Bjorndalen. Klaebo (29) sebelumnya meraih tiga emas di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018 dan dua emas di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Di Milan-Cortina, ia telah mengoleksi empat emas sejauh ini.
“Bisa meraih medali kesembilan bersama tim adalah sesuatu yang istimewa dan tidak ada cara yang lebih baik untuk melakukannya,” ujar Klaebo, menegaskan kemenangan estafet sebagai buah kerja kolektif tim Norwegia.
Di Cortina d'Ampezzo, Federica Brignone (35) merebut emas keduanya pada ajang ini di nomor giant slalom putri dengan catatan waktu gabungan 2 menit 13,50 detik, setelah memimpin sejak putaran pertama. Tiga hari sebelumnya, ia juga memenangi nomor super-G emas Olimpiade pertamanya.
Kebangkitan Brignone semakin bermakna setelah hampir 10 bulan menjalani pemulihan pascaoperasi lutut. Saat namanya dipastikan sebagai juara, peraih perak Sara Hector dan Thea Louise Stjernesund memberi penghormatan di garis finis sebelum memeluknya, memicu sorak sorai publik tuan rumah.
Dari cabang skeleton, atlet Inggris Matt Weston menambah emas keduanya setelah berduet dengan Tabitha Stoeckermenjuarai nomor tim campuran dengan rekor lintasan 1 menit 59,36 detik, mengungguli dua pasangan Jerman. Weston sebelumnya telah merebut emas nomor perseorangan putra.
China mencatat sejarah dengan melaju ke semifinal speed skating nomor team pursuit putra untuk pertama kalinya sejak debut nomor tersebut pada 2006. Liu Hanbin, Wu Yu, dan Li Wenhao membukukan waktu 3 menit 41,66 detik di perempat final.
Di snowboard slopestyle putra, peraih perak Beijing 2022 Su Yiming melaju ke final usai mencatat 72,78 poin pada babak kualifikasi. Jika sesuai jadwal, final 18 Februari akan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-22.
Sementara itu, juara Beijing 2022 Sui Wenjing dan Han Cong kembali tampil di nomor seluncur indah pasangan dan melaju ke segmen free skate setelah finis keenam pada program pendek.
Dari nomor 500 meter putri speed skating, atlet Belanda Femke Kok merebut emas pertamanya dengan catatan waktu 36,49 detik, sekaligus memecahkan rekor Olimpiade. Rekan setimnya Jutta Leerdam meraih perak, sedangkan Miho Takagi membawa pulang perunggu medali Olimpiade kesembilannya.
Norwegia juga menambah emas dari cabang lompat ski melalui Anna Odine Stroem di nomor large hill putri. Di biathlon, Italia merayakan emas bersejarah lewat Lisa Vittozzi pada nomor pursuit 10 km putri emas pertama tuan rumah sepanjang sejarah cabang tersebut. Sementara itu, Martin Ponsiluoma dari Swedia memenangi pursuit 12,5 km putra.
Inggris merebut emas snowboard cross tim campuran, sedangkan gelar juara freestyle skiing nomor dual moguls putra diraih Mikael Kingsbury dari Kanada.
Memasuki hari kesembilan kompetisi, Norwegia memimpin klasemen sementara dengan 12 emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu. Italia dan Amerika Serikat menyusul di posisi kedua dan ketiga, menandai persaingan ketat menuju penutupan pesta olahraga musim dingin terbesar dunia tersebut.

Komentar