HARIAN NEGERI, Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem perkeretaapian nasional.

Kecelakaan yang melibatkan KA Agro Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line tersebut dilaporkan menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Megawati mengikuti perkembangan penanganan korban melalui media massa dan merasakan duka yang mendalam. Ia juga mendoakan para korban, khususnya yang meninggal dunia, agar mendapatkan tempat terbaik.

Lebih lanjut, Megawati memberikan arahan kepada Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk memberi perhatian serius terhadap pembenahan sistem keamanan perkeretaapian. Ia meminta Kelompok Fraksi (Poksi) V yang dipimpin Lasarusuntuk segera menggelar rapat kerja bersama PT Kereta Api Indonesia dan pihak terkait.

Arahan tersebut mencakup evaluasi dan penguatan pada sistem keamanan, komunikasi, serta instrumentasi kereta api guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Megawati juga menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem transportasi nasional. Ia berharap kereta api dapat menjadi tulang punggung transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, serta menjamin kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Megawati turut mengenang peran penting kereta api dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk pada masa revolusi fisik. Ia mengingat bagaimana Soekarno (Bung Karno) kerap menggunakan kereta api dalam berbagai perjalanan, bahkan pernah bekerja di sektor perkeretaapian pada masa Hindia Belanda.