HARIAN NEGERI, Jakarta — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima audiensi Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA) di Ruang Rapat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (20/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas pentingnya peran generasi muda, khususnya pelajar, dalam upaya pemajuan dan pelestarian kebudayaan nasional di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.
Dalam audiensi tersebut, PP IPA juga menyampaikan dukungannya terhadap program unggulan “Student Entrepreneur Ketahanan Pangan”, yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pelajar melalui pengembangan kewirausahaan berbasis sektor pangan.
Program ini dinilai strategis dalam membangun jiwa enterpreneurship sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional sejak usia dini. Melalui pendekatan edukatif dan produktif, pelajar diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Menteri Kebudayaan RI menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran sentral dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Pelajar bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga penggerak masa depan bangsa. Sinergi antara kebudayaan, pendidikan, dan kewirausahaan harus terus diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PP IPA menyampaikan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam program-program kebudayaan dan pemberdayaan pelajar, serta siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan RI dan PP IPA dalam mewujudkan pelajar yang berdaya, berbudaya, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Komentar