HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menghadiri rapat pertemuan bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berlangsung di Gedung A Lantai 2, Kementerian Pertanian RI, pada Kamis (19/2/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi dalam mendukung berbagai program strategis sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB PII, Amsal, menyampaikan kondisi kader serta kesiapan PII untuk terlibat aktif dalam menyukseskan agenda pembangunan pertanian nasional.

“Kami siap berkolaborasi dan mengambil peran dalam memperkuat sektor pertanian nasional. PII ingin menjadi bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan kader di sektor riil pertanian,” ujar Amsal.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah dukungan terhadap program hibah benih dengan skema kesiapan lahan dari PII. Komoditas yang menjadi fokus meliputi kakao, mente, kelapa, tebu, kopi, dan pala.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pertanian.

PB PII juga menyatakan dukungan terhadap program Cetak Sawah 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas lahan tanam dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Selain itu, kader PII didorong untuk berpartisipasi dalam program ekonomi kerakyatan melalui pendataan dan pendaftaran lahan produktif.

Kolaborasi strategis turut difokuskan pada keterlibatan PII dalam program Brigade Pangan dalam tahap pengajuan, khususnya di Banyuasin, Sumatera Selatan sebagai wilayah prioritas, serta di Karawang, Jawa Barat. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani muda dan produktivitas pertanian di daerah.

Dalam sektor peternakan, PB PII juga membuka ruang kerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan guna mendukung pengembangan peternakan berbasis kader dan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan konkret, PII memperoleh bantuan langsung berupa alat pra panen untuk menunjang aktivitas pertanian kader di lapangan.

Lebih lanjut, PB PII menyatakan dukungan terhadap program magang pertanian ke luar negeri, khususnya ke Taiwan dan Jepang, sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui transfer teknologi dan pengalaman internasional.

Melalui pertemuan ini, PB PII menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis Kementerian Pertanian RI dalam memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekonomi kerakyatan berbasis generasi muda.