HARIAN NEGERI, MERAK -Aktivitas pemudik di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, Sosoro Mall, Kamis (22/3/2026) malam, terpantau ramai namun tetap terkendali. Di tengah arus penyeberangan menuju Sumatera yang masih berlangsung, Heru Widodo menyatakan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan telah terlewati.
Dalam konferensi pers, Heru mengungkapkan bahwa tren pergerakan pemudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak awal pemantauan, jumlah penumpang yang telah menyeberang mencapai 142.654 orang, atau naik sekitar 6,8 persen.
Lonjakan juga terjadi pada jumlah kendaraan. Pada 19 Maret, tercatat sebanyak 51.739 unit kendaraan diseberangkan, meningkat 18 persen dibandingkan tahun lalu. Kendaraan yang melintas didominasi oleh sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk logistik.
Secara kumulatif, sejak H-7 hingga H-5, jumlah penumpang tercatat mencapai 774.195 orang, atau naik sekitar 4,2 persen. Meski mobilitas masyarakat cukup tinggi, Heru memastikan kondisi tersebut masih dapat dikelola dengan baik oleh operator penyeberangan.
“Pergerakan masyarakat cukup tinggi, namun masih bisa kita kendalikan dengan optimal,” ujarnya.
Minat masyarakat terhadap layanan penyeberangan juga tercermin dari data reservasi. Hingga pukul 20.00 WIB, tercatat sekitar 9.000 reservasi dengan total 18.900 kendaraan telah melakukan pemesanan. ASDP memperkirakan masih ada tambahan sekitar 100 kendaraan yang akan berangkat sesuai data tersebut.
Menghadapi arus mudik Lebaran yang tahun ini jatuh pada 21 Maret 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya untuk melayani rute Jawa–Sumatera. Kebijakan operasional khusus pun diterapkan hingga 20 Maret pukul 23.59 WIB.
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan strategi Continuous Double Docking (CDD). Pada puncak arus mudik, sistem ini dioperasikan di empat dermaga dengan melibatkan 20 kapal. Melalui skema tersebut, lebih dari 25.000 kendaraan berhasil diseberangkan dalam satu malam tanpa menimbulkan kemacetan signifikan.
ASDP juga akan menerapkan pola serupa saat arus balik, terutama untuk mengantisipasi potensi kepadatan di Pelabuhan Bakauheni.
Menanggapi isu viral terkait keributan pemudik sepeda motor akibat keterlambatan keberangkatan di Bakauheni, Heru menegaskan bahwa insiden tersebut melibatkan kapal swasta. Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi bersama guna mencegah kejadian serupa.
Ia menambahkan, kepadatan yang sempat terjadi sebelumnya dipicu antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar, sehingga menghambat arus lalu lintas. Namun, kondisi tersebut kini telah berhasil diurai dan situasi kembali normal.
ASDP memastikan tetap siaga penuh meskipun puncak arus mudik telah terlewati. Langkah ini dilakukan guna menjamin kelancaran layanan penyeberangan bagi masyarakat yang masih melakukan perjalanan.
“Kami akan terus menjaga kewaspadaan dan memastikan pelayanan tetap optimal,” tutup Heru.


Komentar