HARIAN NEGERI, Jakarta - Panglima TNI, Agus Subiyanto kembali memunculkan jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI sebagai bagian dari penyesuaian organisasi menghadapi dinamika tugas pertahanan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan keberadaan jabatan tersebut bertujuan agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap berbagai tantangan yang berkembang.

“Adanya jabatan Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI merupakan salah satu upaya agar organisasi TNI tetap adaptif terhadap dinamika tantangan tugas,” kata Aulia saat dihubungi, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, Kaster TNI bertugas membantu Panglima TNI dalam merumuskan kebijakan serta melakukan pembinaan fungsi teritorial TNI. Fungsi tersebut dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Pejabat Kaster TNI bertugas membantu Panglima TNI dalam merumuskan kebijakan dan pembinaan fungsi teritorial, yang merupakan salah satu fungsi utama TNI, khususnya dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta pemberdayaan wilayah pertahanan,” jelasnya.

Letjen Bambang Trisnohadi Ditunjuk

Dalam mutasi terbaru, Panglima TNI menunjuk Bambang Trisnohadi sebagai Kaster TNI. Sebelumnya, Bambang menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.

Posisi Pangkogabwilhan III kini dijabat oleh Lucky Avianto yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora.

Pernah Dihapus Era Gus Dur

Jabatan Kaster TNI sebenarnya pernah ada sebelumnya, namun dihapus pada masa pemerintahan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sebagai bagian dari reformasi institusi militer pada 2001.

Berdasarkan laporan hak asasi manusia yang diterbitkan oleh Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (Elsam), jabatan ini awalnya dikenal sebagai Kepala Sosial Politik (Kasospol) TNI, yang kemudian berubah nama menjadi Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI. Posisi tersebut berperan dalam kegiatan kekaryaan TNI di bidang sosial politik.

Sejumlah tokoh militer pernah menduduki jabatan ini, antara lain Agus Widjojo hingga Susilo Bambang Yudhoyono.