HARIAN NEGERI, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan disambut langsung oleh Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, di kantor kementerian, Kamis (22/5/2025).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya PB PII untuk memperkuat jejaring strategis, mempererat silaturahmi, serta membangun kolaborasi lintas sektor dalam rangka penguatan gerakan pelajar dan kontribusi kebangsaan.

Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas sambutan hangat dari Menteri Nusron Wahid.

“Kami merasa bangga dan hormat bisa diterima langsung oleh Bapak Menteri. Semoga ke depan PB PII bisa menjalin kolaborasi lebih erat dan bergerak bersama dalam isu-isu strategis bangsa,” ujar Kohar.

Nusron Wahid: PII Itu Militan, Saya Lahir dari Keluarga PII

Dalam pertemuan tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengungkapkan kedekatannya secara historis dan emosional dengan PII. Ia menyebut bahwa ayah dan dua kakaknya adalah kader PII, dan bahwa PII memiliki akar kuat khususnya di wilayah Jawa Tengah seperti Lasem, Tegal, dan Pekalongan.

“PII itu kuat, PII itu militan. Bahkan waktu saya jadi Ketua Umum GP Ansor, banyak ketua cabang Ansor yang juga berasal dari PII,” ungkap Nusron.

Menteri juga menegaskan pentingnya kehadiran organisasi pelajar seperti PII dalam menjaga semangat idealisme, kaderisasi, dan kontribusi keumatan.

PII Siap Berkolaborasi dalam Isu Agraria dan Kepemudaan

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, PB PII juga membuka ruang dialog terkait potensi kolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN, termasuk dalam bidang edukasi agraria, pendataan tanah wakaf, dan penguatan literasi hukum pertanahan di kalangan pelajar.

Kedua pihak sepakat bahwa semangat kolaborasi antar generasi dan sektor adalah kunci untuk membangun Indonesia ke depan yang lebih adil, inklusif, dan berdaulat.