Cepu, Jawa Tengah : Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Nakertrans ESDM) secara resmi memulai program pelatihan vokasi bagi pencari kerja Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Kementerian ESDM Cepu, Waskito Tunggul Sasmito, S.Kom., M.T., yang diwakili oleh F.X. Yudi Tryono, S.T., M.T., Koordinator Pengembangan Sumber Daya Manusia bersama Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A.

Kerja sama strategis ini bertujuan untuk membekali 64 orang pencari kerja Orang Asli Papua dengan keterampilan teknis di sektor industri migas. Kegiatan ini dibiayai oleh APBD Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026, bersumber dari Dana Otsus Papua. Oleh karena itu, semua peserta pelatihan tersebut semuanya OAP.

Pelatihan yang akan berlangsung selama 27 hari ini mencakup tiga bidang kejuruan utama: Operator Mobile Crane, Operator Forklift, dan Juru Ikat (Rigger), sementara untuk pelatihan Operator Pembersihan Latihan Sumur akan direncanakan pada bulan Juni mendatang.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Nakertrans ESDM Papua Barat Daya, Suroso, menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya untuk menciptakan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga bersertifikat nasional.

"Kita berharap OAP tidak hanya menjadi saksi atas kekayaan alamnya. Melalui pelatihan intensif di Cepu ini, kita sedang menyiapkan aktor utama pembangunan di Papua Barat Daya. Setelah mengikuti pelatihan selama 27 hari, para peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan Sertifikasi Profesi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," ujar Suroso di hadapan para peserta, Senin 11 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala PPSDM Migas ESDM Cepu menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Beliau menyatakan kesiapan instansinya untuk memberikan pendidikan terbaik dengan standar industri global agar para peserta siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi faktual di daerah di mana kebutuhan akan tenaga kerja teknis bersertifikat terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri energi di wilayah Papua Barat Daya. Dengan sertifikasi BNSP, para lulusan pelatihan ini diharapkan memiliki daya tawar tinggi di hadapan perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di tanah Papua.

"Ini adalah investasi sumber daya manusia. Kami ingin memutus mata rantai pengangguran dengan memastikan anak muda OAP memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global dan ketahanan energi nasional," pungkas Suroso.

Setelah menyelesaikan pelatihan intensif dan sertifikasi, para peserta diharapkan dapat segera terserap ke dalam bursa kerja atau mengisi posisi-posisi strategis di berbagai proyek industri yang ada di Papua Barat Daya.