HARIAN NEGERI - Beredar informasi hoaks mengenai pembukaan program Beasiswa Garuda oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui sebuah video di akun TikTok “beasiswagaruda”. Video tersebut mengklaim bahwa pendaftaran untuk beasiswa telah resmi dibuka, namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Hasil Cek Fakta

. Video yang beredar pada 23 April 2026 itu menunjukkan Dedi Mulyadi menyampaikan informasi yang tidak benar. Tim Cek Fakta Harian Negeri menemukan bahwa konten tersebut mengandung informasi yang menyesatkan, dan tidak ada pengumuman resmi terkait program Beasiswa Garuda dari Gubernur. Selain itu, tautan pendaftaran yang terdapat dalam bio akun TikTok tersebut mengarah pada laman yang meminta data pribadi, yang menimbulkan kecurigaan. Lebih lanjut, hasil pencarian gambar terbalik menunjukkan bahwa video tersebut diambil dari acara berbeda. Gubernur Dedi Mulyadi tampil dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025, yang tidak ada relevansinya dengan Beasiswa Garuda. Artikel yang mengulas kegiatan tersebut terbit pada 16 April 2025, jauh sebelum klaim pembukaan beasiswa. Analisis mendalam oleh Tim Cek Fakta juga mengungkapkan bahwa video di akun TikTok tersebut menunjukkan indikasi penggunaan kecerdasan buatan (AI). Melalui alat pendeteksi AI, suara dalam video diidentifikasi sebagai hasil rekayasa, dengan probabilitas mencapai 91,1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang disebarkan tidak hanya salah, tetapi juga berpotensi menipu masyarakat. Sebagai informasi, Beasiswa Garuda adalah program beasiswa resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pendaftaran untuk gelombang pertama telah ditutup pada 15 Maret 2026, dan gelombang kedua akan dibuka pada 25 Mei hingga 25 Juni 2026, melalui laman resmi yang telah ditentukan.

Kesimpulan

Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya literasi informasi di era digital. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan program-program resmi. Selalu pastikan sumber informasi yang valid sebelum mengambil tindakan.

Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli