HARIAN NEGERI - Tim Redaksi Harian Negeri telah melakukan penelusuran fakta mendalam terkait informasi yang beredar luas dengan judul '[PENIPUAN] Tautan Lowongan Kerja Perum Bulog Tahun 2026'. Berdasarkan pantauan kami, isu ini telah memicu beragam tanggapan dari netizen di berbagai platform media sosial.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Setelah melakukan kroscek data dan memverifikasi sumber-sumber terkait, kami menemukan adanya ketidaksesuaian antara narasi yang beredar dengan fakta yang ada di lapangan. Tim Redaksi berupaya menyajikan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan.
Akun TikTok “Bulog Indonesia” pada Minggu (08/02/2026) membagikan unggahan [arsip] berisi informasi lowongan kerja di Perum Bulog Indonesia tahun 2026. “ Lowongan Kerja Perum BULOG Terbaru 2026. Kesempatan Karier di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pendaftaran melalui bio profil TikTok. Per Kamis (19/02/2026), unggahan sudah dilihat lebih dari 64 ribu kali, disukai 951 kali, menuai 57 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 1540 kali oleh pengguna TikTok lainnya” Tim Pemeriksa Fakta Tim Redaksi Harian Negeri (Tim Redaksi Harian Negeri) mengakses tautan pendaftaran dalam bio profil. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Perum Bulog Indonesia (https://www.bulog.co.id/). Warganet justru diminta menuliskan nama, alamat, usia, jenis kelamin, dan nomor handphone yang terhubung dengan akun Telegram. Tim Redaksi Harian Negeri kemudian menelusuri informasi lowongan kerja di bagian karir laman tersebut (https://www.bulog.co.id/karir/penerimaan-baru/). Saat ini tidak ada lowongan pekerjaan yang dibuka. Salah Sumber: https://www.tiktok.com/@bulog.indonesia.official/video/7604152334167313672
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh bukti dan data yang dikumpulkan, dapat disimpulkan bahwa informasi tersebut masuk dalam kategori HOAKS / SALAH. Narasi yang dibangun cenderung manipulatif dan tidak didukung oleh bukti otoritatif dari instansi terkait.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap penyebaran berita palsu atau hoaks. Selalu lakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada informasi resmi guna menghindari kerugian akibat disinformasi digital yang marak terjadi.
Rujukan Informasi: Lihat Data Sumber Asli


Komentar