HARIAN NEGERI - Dalam beberapa hari terakhir, sebuah informasi mengenai program mudik gratis yang diklaim berasal dari PT PLN (Persero) telah menyebar luas di berbagai platform media sosial, menawarkan bantuan transportasi tanpa biaya bagi masyarakat yang hendak pulang kampung menjelang Idul Fitri 2026. Unggahan tersebut, yang dilengkapi dengan tautan pendaftaran, menarik perhatian publik dengan janji kemudahan akses dan cakupan nasional, menciptakan ekspektasi di kalangan warga yang tengah mempersiapkan perjalanan mudik.

Hasil Cek Fakta

Tim Cek Fakta Harian Negeri telah melakukan penelusuran mendalam terhadap klaim tersebut dan menemukan bahwa informasi mengenai program mudik gratis dari PLN adalah tidak benar. Unggahan asli yang beredar berasal dari akun Facebook bernama "kiaya hj samsudin" pada tanggal 23 Februari 2026, yang memuat narasi persuasif mengenai program tersebut beserta tautan pendaftaran, namun tidak disertai dengan sumber resmi atau verifikasi dari pihak berwenang. Dalam prosedur resmi, program bantuan sosial atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang melibatkan skala nasional seperti mudik gratis wajib diumumkan melalui kanal komunikasi resmi instansi terkait, seperti situs web resmi, siaran pers, atau konferensi pers. PT PLN, sebagai badan usaha milik negara, memiliki protokol ketat dalam mengumumkan program publik, yang selalu melibatkan verifikasi melalui kontak resmi dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelusuran lebih lanjut oleh Redaksi menunjukkan bahwa tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut tidak mengarah ke halaman resmi PLN atau platform terverifikasi, melainkan ke situs yang mencurigakan dan berpotensi mengandung unsur penipuan. Hal ini bertentangan dengan praktik standar perusahaan, di mana program resmi selalu menggunakan domain dan tautan yang terdaftar secara legal serta dilengkapi dengan sertifikat keamanan digital. Berdasarkan data yang dikumpulkan, hingga tanggal 28 Februari 2026, unggahan tersebut hanya mendapatkan 9 tanda suka dan 1 komentar, mengindikasikan penyebaran yang terbatas namun tetap berisiko tinggi mengingat sifat informasinya yang sensitif terkait mudik. Tidak ada pengumuman atau konfirmasi resmi dari PLN atau kementerian terkait yang mendukung keberadaan program ini, sehingga klaim tersebut dapat dikategorikan sebagai informasi menyesatkan.

Kesimpulan

Informasi yang keliru mengenai program mudik gratis dari PLN berpotensi menimbulkan dampak serius, termasuk kerugian finansial bagi masyarakat yang mungkin tergoda untuk mengklik tautan berbahaya atau membagikan data pribadi secara tidak aman. Hoax semacam ini dapat mengganggu persiapan mudik warga, menciptakan kebingungan, dan merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang sah, serta berisiko memicu kepanikan atau ekspektasi palsu di tengah momen penting keagamaan. Edukasi literasi digital menjadi kunci dalam mencegah penyebaran informasi menyesatkan seperti ini. Masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi klaim serupa dengan merujuk langsung ke sumber resmi, seperti situs web atau akun media sosial terverifikasi dari instansi terkait, sebelum membagikan atau mengambil tindakan lebih lanjut. Redaksi mengimbau agar publik lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang melibatkan iming-iming finansial atau program gratis, dan melaporkan konten mencurigakan kepada pihak berwenang untuk tindakan lanjutan.

Sumber rujukan: Data Asli